Analisis Life-Cycle Costing Sebagai Dasar Dalam Penetapan Harga Jual Produk Pada PT. X Di Sidoarjo

Mariani, Putu Fanni (1998) Analisis Life-Cycle Costing Sebagai Dasar Dalam Penetapan Harga Jual Produk Pada PT. X Di Sidoarjo. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
ks-ak-1033.pdf

Download (102Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/153776

Abstract

Perkembangan perekonomian dunia akan diikuti juga dengan semakin meningkatnya perkembangan di bidang teknologi dan industri. Setiap negara di dunia berusaha untuk selalu memproduksi barang ataupun jasa agar dapat ikut serta dalam kancah persaingan dunia dan merebut pasar dunia. Di samping itu arus informasi yang ada juga semakin deras sehingga pihak konsumen dapat dengan mudah mendapatkan dan mengetahui nilai suatu produk secara lebih mendetail. Hal ini mengakibatkan para konsumen menjadi kritis dalam memilih dan mengkonsumsi suatu produk tertentu. Badan usaha - badan usaha yang ada kemudian mencari dan membuat strategi yang tepat untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya dengan tujuan agar bisa merebut hati customer sehingga akhirnya target profit maksimal dapat dicapai. Strategi penetapan harga dirasakan sangat tepat dipakai dalam ha1 ini. Akuntansi sebagai suatu sistem infomasi terus dituntut untuk selalu menyediakan informasi yang relevan dan andal. Informasi yang digunakan adalah informasi yang menyangkut biaya. Biaya memberi pengaruh besar bagi pengambilan keputusan oleh pihak manajemen perusahaan. PT "X" merupakan badan usaha yang bergerak di bidang produksi knalpot. Biaya produksi yang terjadi dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh biaya-biaya yang terjadi selama proses produksi berlangsung yang terdiri dari biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Perhitungan ini adalah perhitungan yang kurang akurat karena biaya yang diperhitungkan hanya biaya yang terjadi selama proses produksi saja sedangkan biaya-biaya lain yang dikeluarkan oleh badan usaha secara keseluruhan tidak diperhitungkan. Maka dari itu pihak manajemen badan usaha harus mencari cara perhitungan biaya baru yang lebih akurat. Badan usaha harus selalu melakukan pengembangan produk agar tetap mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya dan tentu saja sebagai konsekuensinya adalah tirnbulnya biaya-biaya pra produksi (pre production cost) yang secara konseptual merupakan biaya produk yang dibuat....

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Eko Setiawan 194014
Date Deposited: 15 Apr 2014 06:22
Last Modified: 15 Apr 2014 06:22
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/10860

Actions (login required)

View Item View Item