Usaha Pembuatan Sirup Kering Ekstrak Air Daun Kumis Kucing (Orthosiphon Aristatus BI. Miq)

Suryani, Loka (1997) Usaha Pembuatan Sirup Kering Ekstrak Air Daun Kumis Kucing (Orthosiphon Aristatus BI. Miq). [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
F_610_Abstrak.pdf

Download (67Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/151299

Abstract

Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, obat tradisional dituntut stabil baik secara fisik maupun kimia, semakin praktis dalam penyajiannya dan memenuhi selera masyarakat modern. Bentuk sirup kering merupakan salah satu bentuk sediaaan modern yang disukai. Karena pembuatannya relatif mudah, ekonomis, stabil secara fisis dan kimia, praktis dalam penyajian, penyimpanan dan distribusinya yang mudah. Berdasarkan hal-ha1 diatas, maka dicoba untuk membuat sediaan yang lebih praktis dan stabil dari tanaman obat tradisional. Pada penelitian ini digunakan daun kumis kucing yang dibuat menjadi ekstrak air 10% dan dibuat menjadi sirup kering dengan penambahan thickening agent PGA dan CMC Na. Komposisi sirup kering ekstrak air daun kumis kucing yang dibuat sebagai berikut : formula A (ekstrak kental + sakarosa), formula B (ekstrak kental + PGA 1% + sakarosa), formula C (ekstrak kentaf + CMC Na 1% + sakarosa), formula D (ekstrak kental + PGA 0,5 % + CMC Na 0,5% + sakarosa). Sirup kering yang dihasilkan dilakukan serangkaian uji meliputi organoleptik, kadar air, waktu rekonstitusi, pH, viskositas, KLT dan kadar secara densitometri. Untuk mengetahui stabilitas sediaan dalam keadaan kering, sirup kering disimpan selama 10 bulan dan dilakukan pengamatan organoleptik, kadar air, waktu rekonstitusi, pH dan viskositas sediaan. Dalam penelitian ini ingin diketahui pengaruh proses granulasi terhadap kadar relatif minyak atsiri dan glikosida flavonoid dalam sirup kering ekstrak air daun kumis kucing, pengaruh thickening agent PGA dan CMC Na terhadap karakteristik fisis sirup kering ekstrak air daun kumis kucing dan untuk mencari komposisi formula sirup kering yang paling dapat diterima secara fisis diantara formula sirup kering yang dibuat. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa proses granulasi menurunkan kadar relatif minyak atsiri dan glikosida flavonoid sirup kering ekstrak air daun kumis kucing. Karakteristik fisis sirup kering ekstrak air daun kumis kucing yang dibuat dengan thickening agent PGA dan CMC Na relatif tidak beruhah setelah disimpan selama 10 bulan. Komposisi formula sirup kering ekstrak air daun kumis kucing yang paling dapat diterima secara fisis adalah formula A (ekstrak kental + sakarosa).

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Pharmacy > Department of Pharmacy
Depositing User: Lasi 193031
Date Deposited: 16 Apr 2014 04:41
Last Modified: 16 Apr 2014 04:41
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/10994

Actions (login required)

View Item View Item