Pria Masa Kini dan Peran Domestik Rumah Tangga

Rahaju, Soerjantini (2011) Pria Masa Kini dan Peran Domestik Rumah Tangga. International Conference and the 3rd of Congress of Association of Islamic Psikology . Asosiasi Psikologi Islami Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Malang. ISBN 978-602-958-389-2

[img]
Preview
PDF
Rahaju_Pria_Abstract_2011.pdf - Published Version

Download (58Kb) | Preview
[img] PDF
Rahaju_Pria_2011.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (777Kb) | Request a copy
[img]
Preview
PDF
Rahaju_Pria_References_2011.pdf - Published Version

Download (122Kb) | Preview

Abstract

Dalam budaya masyarakat, peran domestik rumah tangga lebih melekat kepada kaum perempuan dibandingkan kaum pria. Hal ini membuat beberapa pria menjadi enggan, tidak ingin terlibat dalam peran domestik rumah tangga. Namun demikian, ketika memasuki tahap perkawinan yang membuatnya bertemu dengan peran sebagai ayah, maka sikap enggan dapat berpotensi menjadi masalah. Tahap perkawinan yang berpotensi tinggi untuk bermasalah adalah tahap perkawinan family with young children. Potensi konflik perkawinan ini juga dapat berasal dari ketidakpuasan salah satu pihak terhadap pembagian peran dalam perkawinan dan rumah tangga. Hasil penelitian Enggono, Rahaju dan Yuwanto (2009) menggunakan subjek penelitian laki-laki usia 21-40 tahun, telah menikah dan memiliki anak (N=148), menunjukkan bahwa keterlibatan pria dalam peran domestik rumah tangga melalui analisa faktor dipengaruhi oleh 6 faktor besar yang telah valid dan reliabel (nilai alpha 0,853 > 0,6 dan nilai component > 0,5) yaitu faktor nilai keluarga secara intrapersonal, faktor coping dan manajemen rumah tangga, faktor tuntutan istri dan anak, faktor aksesibilitas dan fleksibilitas, faktor eksternal keluarga dan faktor peran kepala keluarga berdasarkan tanggung jawab horizontal dan vertikal. Faktor yang terakhir sekaligus menjadi faktor yang dominan.Hal ini menunjukkan bahwa keyakinan dan sikap yang menempatkan peran dan tanggungjawab menjalankan peran domestik mmah tangga terutama yang menyangkut pendidikan, pengasuhan anak merupakan salah satu bentuk tanggung jawab vertical yaitu kepadaTuhan YME. islam dalam hal ini menempatkan pria sebagai peran pemimpin/pelindung (Surat An Nissa : 34). Pemimpin dalam perannya secara fleksibel dapat mengambil posisi partisipasi aktif. Keluarga turut bertanggung jawab terhadap kesiapan putra mereka menjadi suami dan ayah yang trampil dan bersedia untuk melakukan tugas-tugas domestik rumah tangga, untuk membantu, dan melengkapi peran kaum perempuan

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: pria dewasa, peran domestik rumah tangga, analisis faktor yang dominan, pendekatan psikologi Islam
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Eko Setiawan 194014
Date Deposited: 28 Sep 2012 03:51
Last Modified: 28 Sep 2012 03:51
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/1138

Actions (login required)

View Item View Item