Pengaruh Bulan Pemetikan Daun Teh (Camellia sinensis (L) O.K) Kering Dari Perkebunan Teh Kertowono, Lumajang, Jawa Timur Terhadap Kadar Tanin Yang Ditetapkan Secara Permanganometri

., Hamdah (1999) Pengaruh Bulan Pemetikan Daun Teh (Camellia sinensis (L) O.K) Kering Dari Perkebunan Teh Kertowono, Lumajang, Jawa Timur Terhadap Kadar Tanin Yang Ditetapkan Secara Permanganometri. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
F_767_Abstrak.pdf

Download (68Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/151087

Abstract

Perkebunan teh di Indonesia terdapat di daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung dan Sumatera Barat. Teh selain digunakan sebagai minuman penyegar, juga digunakan untuk pengobatan karena tanaman teh mengandung banyak komponen antara lain tanin, kafein, minyak atsiri, theobromin, theofilin. Kegunaan terapeutik tanin antara lain antidiare, antidotum pada keracunan logam berat dan alkaloid, sebagai astringen, pada penelitian terbaru digunakan sebagai bahan dasar pasta gigi, dan anti kanker (Trease and Evans, 1996). Narhstedt (1993), melakukan penelitian tentang pengaruh bulan pemetikan terhadap kadar Ginkoflavonol glikosida dari daun Ginkobiloha. Dimana tiap-tiap bulan pemetikan memberikan kadar Ginkoflavonol glikosida yang berbeda, pada bulan Juni menghasilkan kadar 0,83 %, Juli 0,78%, Agustus 0,86 %, September 0,82 %, Oktober 0,74 % dan Nopember 0,82 %. Gunawan (1997), dengan penelitian kadar minyak atsiri dari daun kayu manis (Cinnamomun zeylanicum) yang dipetik pada bulan yang berbeda, pada bulan Oktober 87,35 %, Nopember 78,14 %, Desember 76,73% dan Januari 87,11 %. Berdasarkan penelitian tersebut maka dilakukan penelitian terhadap kadar tanin yang terkandung dalam daun teh (Camellia sinensis (L) OK) yang dipetik pada bulan Oktober, Nopember dan Desember 1998. Penetapan kadar tanin menggunakan metode permanganometri. Dari hasil penelitian didapatkan kadar tanin tertinggi pada bulan Desember : pada ketinggian 650- 800 dpl 9,64%, ketinggian 800- 1000 dpl 9,11 %, ketinggian 100 - 120 dpl 8,23 % dan terendah pada bulan Oktober : pada ketinggian 650 - 800 dpl 5,55 %, ketinggian 800- 1000 dpl 6,67 %, ketinggian 1000- 1200 dpl 6,78% Kadar tanin dalam daun teh kering ini dipengaruhi oleh kondisi alam setempat dan saat pemetikan daun. Kondisi alam yang dimaksud adalah iklim : yang meliputi jumlah curah hujan, kelembaban udara, faktor iklim tersebut secara bersamaan berpengaruh terhadap pembentukan dan jumlah tanin di dalam sel-sel daun teh.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Pharmacy > Department of Pharmacy
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 22 Apr 2014 05:20
Last Modified: 22 Apr 2014 05:20
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/11528

Actions (login required)

View Item View Item