Penelitian Bioavailabilitas Terbanding Tablet B Metil Digoksin dan Tablet Digoksin Pada Subyek Normal

Dewi, Rosdiana Indra (1988) Penelitian Bioavailabilitas Terbanding Tablet B Metil Digoksin dan Tablet Digoksin Pada Subyek Normal. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
F_69_Abstrak.pdf

Download (609Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/151763

Abstract

Timbulnya efek farmakologik suatu obat ditentukan antara l ain ol eh besarnya kadar obat aktif yang mencapai re - septor ( ti tik tangkap). Beberapa dian tara obat-obatan, respon fa:rmakolo gik ini ada yang dika.i tkan dengan kadar obat tersebut dalam darah. Dengan demikj_an pada pembe:rian obat secara ekstravaskuler, maka kecepatan dan banyaknya obat yang dapat memasuki sirk.ulasi slst emik akan sangat menentukan mulai bekerjanya suatu obat dan intensi tas efek farmakologiknya ( 1). Dari beberapa obat yang telah dilaporkan, terdapat korelasi yang baik antara kadar obat dalam serum dan respon klinik yang dit erima penderita, antara lain adalah Digoksin ( 2) . Digoksin merupakan obat dengan "margin of safety" sempit (3) , dengan kadar terapeuti k dalam serum 0,5 - 2,5 ng/ml, reaksi toksik terjadi bila kadar Digoksin . dalam serum ) 3ng /ml (3), se1ain itu Digoksin dipakai untuk pengobatan dengan masa k erja relatif agak lama. Telah di1aporkan oleh Lindenbaum dan kawan-kawan (4,5) tentang pcrbedaan bioavailabilitas tablet Digoksin dari pabrik-pabrik yang berbeda dan bahkan dari batch yang berbeda pada pabrik yang sama. Peneliti lain telah melaporkan bahwa absorpsi Digoksin . dala~ tablet tidak sempurna, yaitu bervariasi antara 20 - 75% (6,7,8,9,10,11). Selama ini belum pernah dilaporkan bahwa penyebab perbedaan absorpsi karena perbedaan formulasi tablet, akan tetapi diduga karena sifat dari Digoksin itu sendiri yang sukar larut . Bioavailabilitas obat merupakan .faktor yang penting untuk obat-obat yang diperlukan pada pemakaian kronik dalam usaha untuk mempertahankan absorpsi yang stabil . Banyaknya laporan t entang variasi yang besar dari abs orpsi Digoksin (4, 5,6,7,8,9,10,11), menimbulkan gagasan untuk dirancang obat baru yang mempunyai abso rpsi l ebih baik antara lain adalah ~ Metil Digoksin (BMD) dan Asetil Digok - sin ( 13). fl- Metil Digoksin (BMD) merupakan turunan semi sinteti k Digoksin yang dihasilkan dari metilasi pada gugus hidroksil dari atom c4 gugus digitoksose terminal. Modifikasi ini menye - babkan BMD di absorpsi lebih baik dalam tubuh . Ada beberapa ke mungkinan yang menyebabkan BMD mempunyai sifat yang l ebi h baik dar ipada Di goksin antara lain kelarutan BMD C46mg/l00 ml pada pH 7, 5 , 22° C) yang lebih besar dibandingkan Digoksin (4 mg/l OO ml), sehingga laju p.ela ruta nnya relatif l ebih besar. Sel ain itu koefi sien partisi dalam lemak BMD (85,1) juga lebih be s ar daripada Digoksin (9,4), yang menyebabkan BHD l ebih mudah menembus lapisan lemak pada dinding saluran c e rna (13) . Oleh karena i tu dengan dikembangkannya turunan semi sintetik Digok sin tersebut diharapkan absorpsinya l ebih sempur na se - hingga kadar terapeutik dalam serum dapat konstan. Peneli tian bioavailabili tas obat dengan "margin. of safety" sempit, menurut FDA ada1ah merupakan keharusan untuk dilaporkan da t anya sebagai syarat mutu obat ( 14) . Tablet BND dan Tablet Digoksin sebagai produk yang telah dibuat di Indonesia a tas ijin pabrik asalnya, seharusnya pula dilakukan uji bioavail abilitas pada orang Indonesia oleh pa brik ya ng be rsangkutan: •. Agaknya hal ini belum pernah dilakukan disini. Oleh karena i tu pada penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji bioavai labilitas Tablet BMD diban - dengan Tablet Digoksi n sebagai obat yang l ebih dahulu beredar dan digunakan. di Indonesia, pada subyek normal dengan pemakaian oral t abl e t dosis tunggal~. Apabila bioavai labilitas TaJ l e t BMD l ebih baik daripada Tablet Digoksin , dengan . l aju absorpsi yang lebih cepat dan ~absorpsi yang konsisten maka diharapkan. ·dengan Table t BMD ini dapat diatasi masalah tidak kons i stensinya bioavailabilitas Tablet Digoksin. Dari data bioavailabilitas i ni dapat pula digunakan untuk memprediksi kadar tunak yang akan terjadi dari oba t tersebut pada penggunaan .dosis ganda , sehingga sedikit banyak akan memberikan gambaran dosi s ganda pada terapi. Ana:li sis kadar .. obat dal am s erum dilakukan dengan metode Radioimmunoassay (RIA) dengan menggunakan " tracer" Io - dium (I 125) dan cacahan . . di tentukan dengan a l a t pencacah gamma ( 15,16 ,17,18).

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Pharmacy > Department of Pharmacy
Depositing User: Lasi 193031
Date Deposited: 28 Apr 2014 09:22
Last Modified: 20 Jan 2016 06:40
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/12213

Actions (login required)

View Item View Item