Optimasi Fase Gerak Metanol-Asam Asetat 1 Pada Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) Untuk Analisis Kuantitatif Campuran Parasetamol, Kofein Dan Salisilamida

Sugianto, Cipto (1998) Optimasi Fase Gerak Metanol-Asam Asetat 1 Pada Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) Untuk Analisis Kuantitatif Campuran Parasetamol, Kofein Dan Salisilamida. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
F_Abstrak_701.pdf

Download (70Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/151149

Abstract

Dewasa ini banyak dijumpai sediaan obat yang mengandung lebih dari satu bahan aktif Salah satu bentuk kombinasi obat yang banyak beredar di masyarakat adalah sediaan analgesik. Maka perlu dicari suatu metode analisis kuantitatif maupun kualitatif yang dapat diandalkan untuk kontrol kualitas obat guna menjamin mutu obat yang sedang diproduksi maupun yang telah beredar. Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan KCKT untuk mendapatkan komposisi fase gerak metanol aqua pro HPLC mengandung asam asetat 1% yang optimal untuk analisis campuran parasetamol, kofein dan salisilamida (5:1:5) dengan menggunakan kolom Lichrocart RP-18 (250 x 4 mm). Pada penentuan spektra serapan didapat panjang gelombang maksimum untuk parasetamol 247,8 nm, salisilamida 302,2 nm dan 235,2 nm, serta pada kofein 273 nm kemudian ditentukan untuk analisis dengan KCKT menggunakan panjang gelombang 280 nm. Analisis dengan KCKT yang pertama dilakukan adalah menentukan waktu retensi masing-masing larutan tunggal parasetamol, kofein dan salisilamida, menggunakan fase gerak metanol-aqua pro HPLC yang mengandung asam asetat 1% dengan perbandingan berturut-turut 40:60; 30:70; 20:80; 18,5:81,5; 17,5:82,5; 15:85; 10:90. Kemudian disuntikkan campuran parasetamol, kofein dan salisilamida (5:1:5) dengan fase gerak sama seperti larutan tungga), untuk mendapatkan fase gerak yang optimal sesuai kriteria harga Rs > 1,5 dan harga α > 1 yaitu padaperbandingan metanol-aquapro HPLC- asam asetat 1% (17,5:82,5). Komposisi ini memberikan harga resolusi (Rs) antara parasetamol dengan salisilamida adalah 6,90 dan harga resolusi (Rs) antara salisilamida dengan kofein adalah 2,44. Harga faktor selektivitas (α) antara parasetamol dengan salisilamida adalah 3,38 dan harga faktor selektivitas (α) antara salisilamida dengan kofein adalah 1,50. Harga batas deteksi (BD) parasetamol = 5,98 bpj dan batas kuantitasi (BK) = 19,95 bpj, harga batas deteksi (BD) salisilamida = 3,96 bpj dan batas Kuantitasi (BK) = 13,21 hpj, sedangkan harga batas deteksi (BD) kofein = 0,45 hpj dan batas kunntitasi (BK) = 1,50 hpj. Ditentukan dengan pnnjang gelomhang 280 nm dan kecepatan aliran 1,5 ml/menit

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Pharmacy > Department of Pharmacy
Depositing User: Lasi 193031
Date Deposited: 29 Apr 2014 04:40
Last Modified: 02 May 2014 02:57
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/12293

Actions (login required)

View Item View Item