Penerapan Environmetal Cost dalam Mendukung Penghematan Biaya pada PT. PG Rjawali-I Unit PG. Rejo Agung Baru di Madiun

PRIHASTUTY, ARENI (2011) Penerapan Environmetal Cost dalam Mendukung Penghematan Biaya pada PT. PG Rjawali-I Unit PG. Rejo Agung Baru di Madiun. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
AK_2856_Abstrak.pdf

Download (47Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/223505

Abstract

Semakin lama dunia ini semakin banyak bencana yang terjadi, dan tidak sedikit pula yang mengeluh karena perubahan iklim yang tiba-tiba dan tidak sesuai dengan waktunya. Hal ini dikarenakan global warming yang melanda dunia ini. Semua baru menyadari setelah terjadi dan semua mulai sadar untuk bersatu padu menjaga bumi. Begitu pula dengan pemerintah, pemerintah menetapkan bagi semua indutri dan usaha agar lebih ramah terhadap lingkungan dengan mengolah limbah mereka (Digilib, AMPL; 2005). Industri gula juga tidak sedikit dalam menghasilkan limbah, sehingga industri gula harus lebih bekerja keras untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan. Peran Environmental Cost dapat membantu industri gula dalam menganalisis biaya yang timbul terkait dengan lingkungan sehingga dapat diambil tindakan untuk meminimalkan biaya terkait lingkungan tersebut. Dengan begitu dapat diketahui penanganan yang tepat atas lingkungan serta limbah agar dapat diminimalkan. Komponen biaya dari Environmental Cost terdiri dari 4 kategori biaya, yaitu biaya pencegahan lingkungan (environmental prevention cost), biaya deteksi lingkungan (environmental detection cost), biaya kegagalan internal lingkungan (environmental internal failure cost), dan biaya kegagalan eksternal lingkungan (environmental external failure cost). Biaya kegagalan eksternal terbagi 2 yaitu biaya pribadi (privte cost) dan biaya sosial (societal cost). Sebelum mengetahui biaya-biaya tersebut, perusahaan harus mengklasifikasikan aktifitas kedalam empat kategori terlebih dahulu yakni aktifitas pencegahan lingkungan (environmental prevention activity), aktifitas deteksi lingkungan (environmental detection activity), aktifitas kegagalan internal lingkungan (environmental internal failure activity), dan aktifitas kegagalan eksternal lingkungan (environmental external failure activity). Begitu pula dengan aktifitasnya, aktifitas kegagalan eksternal juga dibagi 2 yakni aktifitas pribadi (privte activity) dan aktifitas sosial (societal activity). Setelah mengetahui biaya lingkungan, dapat dibuat laporan biaya lingkungan. Dari analisis laporan biaya lingkungan tersebut, perusahaan dapat mengetahui informasi total biaya limbah yang timbul serta persentase biaya tiap kategori terhadap biaya produksi. Dengan demikian, perusahaan dapat mengambil tindakan untuk mengatasi permasalahan terkait aktifitas lingkungan dengan beberapa cara yaitu Activity Elimination, Activity Selection, Activity Reduction, and Activity Sharing (Hansen&Mowen, 2007).

Item Type: Undergraduate thesis
Uncontrolled Keywords: Global Warming, Environmental Cost, Environmental Management Accounting
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Sugiarto
Date Deposited: 14 May 2014 07:41
Last Modified: 14 May 2014 07:42
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/14226

Actions (login required)

View Item View Item