Dampak Perbedaan Penetapan Pendapatan Dan Biaya Antara UU Perpajakan No. 7/1983 Dengan Prinsip Akuntansi Indonesia Terhadap Pajak Penghasilan UD. Jati Mapan

Angdika, Suriati (1993) Dampak Perbedaan Penetapan Pendapatan Dan Biaya Antara UU Perpajakan No. 7/1983 Dengan Prinsip Akuntansi Indonesia Terhadap Pajak Penghasilan UD. Jati Mapan. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
AK_205_Abstrak.pdf

Download (76Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/154452

Abstract

Dewasai ini , perekonomianIn donesia menghadapi masa-masa yang penuh tantangan dan kerawanan sebagai akibat dari kelesuan dan kemunduran ekonomi. Hal ini baik secara langsung maupun tidak langsung mengurangi penerimaan negara. pada hal pada saat Indonesia sedang dalam tahap membangun ini , kebutuhan dana dirasakan semakin meningkat .Pengurangan penerimaan negara akan berakibat kemacetan dalam pembangunan. Andalan penerimaan dalam negeri Indonesia selama ini berasal dari sektor migas. Tetapi sektor migas memiliki banyak kelemahan sebagai suatu sumber penerimaan yang dapat diandalkan. Oleh karena i t u , pemerintah mulai berusaha meningkatkan penerimaan dari luar sektor migas, di mana salah satunya adalah dari sektor pajak. Salah tindakan yang dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan pener imaan dari sektor pajak adalah dengan mengundangka UU perpajakan No. 6/1983, UU Perpajakan No 7i 1983, dan UU Perpajakan No. l/1983, yang bersifat lebih fleksibel, dengan demikian diharapkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak menjadi lebih tinggi. Namun harapan Pemerintah ini mempunyai hambatan yang disebabkan karena adanya perbedaan perlakuan akuntansi antara pAI dan ketentuan perpajakan dalam beberapa hal. Hal ini mengakibatkan jumlah laba menurut perhitungan komersial yang berdasarkan pAI berbeda dengan laba fiskal yang berdasarkan ketentuan perpajakan, yang mempunyai konsekuensi lebih lanjut pada perbedaan jumlah pph yang harus dibayar atau PPh yang terutang antara perhitungan komersial dengan perhitungan fiskal. Pada dasarnya terdapat 2 akibat yang ditimbulkan karena perbedaan perlakuan akuntansi antara PAI dan UU perpajakan yaitu beda tetap dan beda sementara. Kedua perbedaan ini harus di koreksi secara fiskal agar jumlah PPh yang hanrs dibayar oleh suatu perusahaan menjadi sama dengan perhitungan fiskal. Perlakuan akuntansi dalam menangani selisih pajak ini adalah dengan memasukkannya dalam pos utang pajak.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Sugiarto
Date Deposited: 14 May 2014 08:09
Last Modified: 14 May 2014 08:10
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/14230

Actions (login required)

View Item View Item