Perbaikan Proses Inti Produksi Stator Frame dengan Menggunakan Pendekatan Six Sigma untuk Meningkatkan Efisiensi Proses pada Divis General Engineering PT PAL Indonesia di Surabaya

Aprilliyandari, Thussy (2004) Perbaikan Proses Inti Produksi Stator Frame dengan Menggunakan Pendekatan Six Sigma untuk Meningkatkan Efisiensi Proses pada Divis General Engineering PT PAL Indonesia di Surabaya. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
AK_1775_Abstrak.pdf

Download (80Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/153098

Abstract

Perusahaan manutaktur dewasa ini menyadari pentingnya kualitas dalam semua proses operasional mereka, tidak terkecuali proses inti produksi. Pendekatan Six Sigma di penu1isan ini tidak lain untuk memperbaiki dan meningkatkan efisiensi proses inti produksi Stator Frame sebagai salah satu produk yang dihasilkan oleh Divisi General Engineering PT PAL Indonesia dengan mengidentifikasi Critical To Quality, mengeliminasi defect dan mengurangi biaya kualitasnya. Dalam proses inti produksi Stator Frame di Divisi General Engineering PT PAL Indonesia, deftct atas CTQ terhadap kualitas produk dan CTQ terhadap biaya telah bisa dieliminasi, tetapi masalah terjadi pada CTQ terhadap ketepatan waktu pengiriman, yaitu ketidakefisiensian proses yang terjadi dimana menjadi sebab keterlambatan pengiriman barang jadi Stator Frame ke pelanggan. Menurut analisa menggunakan pendekatan Six Sigma, defect terjadi karena keterlambatan pengiriman material Stator Frame terutama Key Bar sebagai salah satu material utama. Keterlambatan tersebut menyebabkan molornya jadwal produksi dari yang telah ditetapkan dan menimbulkan biaya. Akar penyebab yang solusinya mempunyai dampak besar dan mudah diimplementasikan antara lain adalah pembuatan Laporan Kemajuan Proyek per minggu oleh koordinator F&C dan M&A tidak tepat waktu sehingga menyulitkan Manajer Proyek untuk mengecek unit yang mengalami keterlambatan material utama dan mendekati deadline sehingga tidak dapat dilaksanakan substitusi material dengan unit lain. Dikarenakan terlambatnya informasi tentang keterlambatan kedatangan material, koordinasi antara Departemen Engineering And Procurement sebagai bagian pembelian dengan supplierpun menjadi kurang, ditambah dengan kesalahan pengambilan keputusan pembelian atas supplier, tidak adanya penilaian kinerja supplier dan ketidakkonsistenan perlakuan atas barang impor yang dipesan lewat pabean. Biaya yang timbul dari keterlambatan tersebut adalah biaya klaim dari pelanggan sebagai eksternal failure cost. selisih harga antar supplier yang signifikan dan ketidakefektifan fixed cost yang terjadi dalam proses produksi atas jam orang dan jam mesin. Dengan informasi baik finansial maupun nonfinansial kepada manajemen maka diharapkan dapat memberikan solusi untuk memudahkan proses pengambilan keputusan perbaikan yang diperlukan atas kelemahan-kelemahan dalam proses inti produksi Stator Frame yang telah diidentifikasi dengan pendekatan Six Sigma

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Lasi 193031
Date Deposited: 20 May 2014 04:10
Last Modified: 20 May 2014 04:10
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/14634

Actions (login required)

View Item View Item