Analisis Penerapan Target Costing Yang Didukung Dengan Value Engineering Untuk Perencanaan Biaya Produk Baru Pada Badan USaha X Di Surabaya

Buntoro, Vany (1999) Analisis Penerapan Target Costing Yang Didukung Dengan Value Engineering Untuk Perencanaan Biaya Produk Baru Pada Badan USaha X Di Surabaya. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
AK_1287_Abstrak.pdf

Download (55Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/153571

Abstract

Lingkungan persaingan semakin ketat dan badan usaha tidak lagi bisa menghindari persaingan dengan memiliki keunggulan bersaing yang bisa dipertahankan. Badan usaha harns segera menghadapi persaingan dengan menggunakan confrontation strategy, terus berusaha menciptakan keunggulan bersaing yang sifatnya sementara. Inovasi produk harns bervariasi, kreatif dan cepat karena pesaing akan dengan segera meniru. Dalam confrontation strategy, badan usaha perlu untuk menjaga keseimbangan antara ketiga karakteristik dari survival triplet yaitu cost/price, quality dan functionality. Keseimbangan dari ketiga dimensi tersebut berarti produk yang dihasilkan badan usaha telah berada dalam survival zone dan badan usaha memerluka consumer analysis untuk memanage product mix (baik produk yang telah ada maupun produk baru yang akan diluncurkan). Semakin sering frekuensi peluncuran produk barn semakin menunjukkan keberhasilan badan usaha dalam memperoleh kemampulabaan jangka panjang. Sehubungan dengan future product, badan usaha perlu memperhatikan target costing, value engineering dan interorganizational cost management. Perencanaan biaya produk barn dilakukan sebelum proses produksi berlangsung mengingat 80% dari biaya yang telah timbul akan menjadi fixed sehingga sulit disesuaikan. Dalam rangka mencapai hal tersebut badan usaha menerapkan target costing yang didukung dengan value engineering. Penerapan target costing dimulai dari market research Setelah dilakukan survei baru dapat dilakukan penentuan target price sebesar Rp 3.500.000,00. Barulah menghitung target margin (Rp 739.550,00) yaitu mengalikan % ROS (21,13) dengan target price. Dan allowable cost dapat ditentukan yaitu sebesar Rp 2.760.450,00. Gap yang teijadi antara drifting cost dan allowable cost perlu dilakukan cost reduction dengan menerapkan value engineering tanpa mengabaikan kualitas dan functionality. Penerapan value engineering dapat dilakukan dengan memodifikasi harga ataupun jenis bahan baku yang digunakan serta dilakukan efisiensi proses yang non value added. Dalam melakukan perhitungan biaya produk perlu didukung dengan metode ABC (Activity based Costing) untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dibandingkan metode tradisional. Target cost akan tercapai jika drifting cost berada dibawah atau minimum sama dengan allowable cost. Dengan tercapainya target cost maka tercapai juga target price yang menguntungkan semua pihak. Selain itu diperlukan kerjasama antar cross functional team serta keterlibatan pemasok dan konsumen dalam mencapai target costing.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Eko Setiawan 194014
Date Deposited: 20 May 2014 05:02
Last Modified: 28 May 2014 02:26
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/14658

Actions (login required)

View Item View Item