Perlakuan Akuntansi Yang Tepat Dalam Menentukan Cadangan Premi Guna Penyajian Laporan Keuangan Yang Wajar Pada PT. Asuransi X Di Surabaya

Tjung, Merlin Chrisma (1994) Perlakuan Akuntansi Yang Tepat Dalam Menentukan Cadangan Premi Guna Penyajian Laporan Keuangan Yang Wajar Pada PT. Asuransi X Di Surabaya. [Undergraduate thesis]

[img] Microsoft Word
AK_286_Abstrak.doc

Download (78Kb)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/154379

Abstract

Judul eksposisi ini adalah perlakuan akuntansi yang tepat dalam menentukan cadangan premi guna penyajian laporan keuangan yang wajar pada PT. Asuransi "X" di Smabaya. Pada badan usaha asuransi, pendapatan usaha berasal dari penerimaan premi yang langsung diakui dan dicatat pada saat realisasi pertanggungan sesuai dengan nota produksi atau polis. Untuk mengantisipasi kemungkinan teijadinya klaim, badan usaha membentuk cadangan premi bagi polis-polis yang masih menanggung risiko. Pembentukan cadangan premi dihitung dari pendapatan premi kotor tahun berjalan berdasarkan prosentase tetap sesuai ketentuan fiskus dengan mem- perhatikan pisah-batas (cut off). Banyaknya polis yang harus ditangani oleh badan usaha membuat badan usaha kesulitan dalam memisahkan penerimaan premi yang berasal dari polis jangka pendek dan polis jangka panjang. Pembentukan cadangan premi dari polis yang sudah tidak mengandung risiko menyebabkan cadangan premi terlalu besar dan mengurangi pendapatan tahun berjalan karena cadangan adalah faktor pengurang pendapatan. Objek penelitian ini adalah PT. Asuransi "X" yang berlokasi di Jalan Raya Darmo 24 Surabaya Badan usaha ini bergerak dalam bidang asuransi kerugian yang meliputi asuransi kebakaran, pengangkutan laut, engineering, kendaraan bermotor, kecelakaan diri, aneka. Skripsi ini merupakan studi literatur dengan membahas dan membandingkan antara segi teoritis dengan penerapan dalam badan usaha. Hasil pembahasan menwtjukkan (I) penerapan perlakuan akuntansi dalam rnenentukan cadangan premi adalah tidak tepat karena tidak sesuai dengan Prinsip Akuntansi Indonesia yaitu prinsip penandingan dan pisah-batas (cut off) yang layak, di mana PT. Asuransi "X" hanya memperhatikan segi kemudahan dalam mengerjakan pembukuan yaitu tidak memisahkan polis sesuai dengan tanggal penutupan, (2) Masalah pengakuan pendapatan pada kontrak asuransi adalah hal yang tmik dalam industri asuransi. Pengakuan pendapatan premi yang dikeluarkan oleh FASB No 60 membedakan pengakuan pendapatan berdasarkan jangka waktu polis yaitu jangka panjang dan jangka pendek di mana bagi polis jangka pendek pendapatan diakui selesai periode kontrak dengan proporsi yang sebanding dengan pertanggungan yang diberikan, (3) untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya klaim atas polis asuransi badan usaha mengadakan pembentukan cadangan premi yaitu jwnlah premi yang belum merupakan pendapatan tahun betjalan dan akan diakui sebagai pendapatan pada tahun berikutnya. Saran yang diajukan dengan adanya penggunaan komputer dalam mencatat transaksi-transaksi polis• asuransi seharusnya badan usaha melaku.kan pemisahan polis-polis asuransi dengan mengelompokkan polis berdasarkan jenis pertanggungao dan tanggal penutupan sehingga dapat dilakukan pisah batas secara layak. Pisah batas dilaku.kan atas polis berisiko dan yang tidak berisiko sehingga cadangan dibentuk hanya dari polis yang berisiko.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Sugiarto
Date Deposited: 20 May 2014 06:34
Last Modified: 20 May 2014 06:34
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/14683

Actions (login required)

View Item View Item