Analisis Peranan Kualitas Bahan Baku Dan Kualitas Pekerja Terhadap Peningkatan Kualitas Produk Jadi Pada Perusahaan-Perusahaan Furniture Di Surabaya

Kurniawati, Nainny (1993) Analisis Peranan Kualitas Bahan Baku Dan Kualitas Pekerja Terhadap Peningkatan Kualitas Produk Jadi Pada Perusahaan-Perusahaan Furniture Di Surabaya. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
AK_216_Abstrak.pdf

Download (126Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/154453

Abstract

Selama ini sebagian besar perusahaan furniture lebih memfokuskan pada usaha efisiensi biaya dengan harapan dapat menetapkan harga jual yang murah. Harga jual yang murah tidak cukup untuk memenangkan persaingan, melainkan barns didukung oleh kualitas produk dan tanggung jawab pengiriman yang baik. Untuk mencapai kualitas produk jadi yang sempurna dibutuhkan program peningkatan kualitas secara terus menerus yang banyak membutuhkan informasi-informasi. Karena kualitas produk yang baik pada periode ini mungkin tidak memadai untuk periode sesudahnya. Akuntansi Manajemen membantu pimpinan atau pihak yang berkepentingan dengan menyajikan informasi-informasi yang akurat dan relevan, yang dapat memotivasi manajemen dan dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan penyempurnaan kualitas dari berbagai proses dengan mengambil tindakan-tindakan yang tepat sedini mungkin sesuai dengan permasalahan yang dihadapi serta mengukur efektivitas usaha-usaha peningkatan kualitas yang telah dilakukan. Dengan demikian manajemen dapat mengenali dan memahami faktor-faktor yang sangat mempengaruhi kualitas produk jadi selama proses produksi, mengetahui kecenderungan penyebab terjadinya cacat atau menentukan faktor mana yang dominan peranannya selama proses produksi. Adanya keterbatasan yang kita miliki menyebabkan sampel mempunyai peranan yang sangat penting. Dalam penelitian ini digunakan simple random sample dengan cara acak. Penggunaan teknik pengambilan sampel yang tepat saja tidak cukup, sehingga diperlukan metode statistik untuk melihat dan menentukan apakah data menggambarkan fakta sehingga evaluasi obyektif dapat dilakukan yaitu uji hipotesis mengenai perbedaan 2 proporsi, analisis Regresi Linier Berganda, analisis koefisien determinasi dan analisis Korelasi Parsial. Penelitian dilaksanakan pada industri furniture. untuk jenis knockdown dan dipusatkan pada perusahaan-perusahaan furniture yang berlokasi di Surabaya. Dimana sebagian besar reject pada furniture selain akibat bahan baku yang berkualitas rendah juga akibat perilaku pekerja yang berkualitas rendah. Efisiensi biaya dan penurunan, bahkan tidak adanya program training di dalam perusahaan mengakibatkan para pekerja terutama pekerja langsung kurang/tidak memiliki pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman sehingga mengurangi kualitas dan nilai pakai kayu untuk penggunaan tertentu secara maksimal. Hasil analisis dengan analisis Regresi Linier Berganda menunjukkan bentuk hubungan yang positif antara kualitas pekerja langsung dan kualitas bahan baku langsung terhadap kualitas furniture, sedangkan hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa persamaan regresi yang dihasilkan mempunyai ukuran ketepatan sebesar 97,40% sedangkan 2,60% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain. Analisis Koefisien Korelasi Parsial menyebutkan bahwa peranan kualitas bahan baku langsung dan kualitas pekerja langsung sama-sama memiliki peranan yang dominan dalam program peningkatan kualitasfurniture. Dalam rangka merencanakan produksi furniture dengan kualitas tinggi, pemilihan bahan baku yang berkualitas tinggi dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan dan secara kontinyu merupakan suatu hal yang sangat penting. untuk menjamin kualitas furniture yang tinggi, pengawasan bahan baku dari awal lebih baik daripada banyak mengorbankan waktu produksi dengan mensortir di akhir proses, sehingga persyaratan kualitas juga dibebankan pada pemasok. Pekerja merupakan sumber daya yang dimiliki perusahaan yang berpotensi besar dalam berkontribusi bagi peningkatan produktivitas dan pencapaian tujuan perusahaan. Sehingga untuk menjamin suksesnya peningkatan kualitas furniture diperlukan pelatihan (training), dan pengembangan potensi yang dimiliki para pekerja terutama para pekerja di bagian produksi. Sejalan dengan pentingnya kedua hal terse but di atas, maka pekerja yagn berkualitas tinggi tidak dapat memproduksi furniture yang berkualtias tinggi jika bahan baku berkualitas rendah, demikian pula sebaliknya. Jadi keduanya saling berhubungan erat dan mempengaruhi. Perusahaan-perusahaan furniture harus memberikan penekanan secara seimbang pada kualitas Bahan Baku Langsung dan Kualitas Pekerja Langsung. Perbaikan produk merupakan langkah pertama menuju ke arah penurunan biaya; peningkatan penjualan dan dengan sendirinya peningkatan laba perusahaan.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Lasi 193031
Date Deposited: 21 May 2014 06:20
Last Modified: 21 May 2014 06:20
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/14853

Actions (login required)

View Item View Item