Implementasi Business Process Analysis Diikuti Dengan Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Pada Proses Operasi Untuk Meningkatkan Efisiensi Biaya PT. X Di Gresik

., Juliati (1996) Implementasi Business Process Analysis Diikuti Dengan Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Pada Proses Operasi Untuk Meningkatkan Efisiensi Biaya PT. X Di Gresik. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
Ak_657_Abstrak.pdf

Download (96Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/154222

Abstract

Perkembangan lingkungan dunia usaha yang secara pesat dalam beberapa tahun terakhir ini, terjadi membawa dampak bagi badan usaha-badan usaha yang ada. Kemajuan-kemajuan yang terjadi, baik dibidang industri, teknologi, komunikasi dan informasi telah mendorong badan usaha untuk tetap mempertahankan keberadaaanya dalam lingkungan persaingan. Didalam menanggapi keadaan ini. diperlukan dukungan informasi yang up to date dan dukungan kaum akademisi dalam mengakses informasi-informasi tersebut melalui konsep-konsep manajemen yang terbaru. Informasi yang akurat dan tepat waktu dapat dijadikan senjata utama oleh badan usaha untuk pengambilan putusan secara cepat dan tepat. The Ernst & Young memperkenalkan metode baru yaitu Total Cost Hanagement (TCM). TCM merupakan proses perencanaan dan perbaikan takrik serta aspek operasional bisnis yang sedang berlangsung yang dapat menjadi dasar dalam mencapai tujuan badan usaha. Total Cost Hanagement mengandung tiga kunci pokok, yaitu: 1. Business Process Analysis 2. Activity-Based Costing 3. Continuous Improvement Business Process Analysis (BPA) adalah analisa menggunakan sudut pandang proses dan digunakan oleh usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya, termasuk memecahkan setiap permasalahan yang terjadi. Dalam penerapannya, BPA mengabaikan dinding pemisah fungsi yang dibentuk melalui struktur organisasi, membentuk proses-proses. Badan usaha ''X"' adalah badan usaha yang bergerak dibidang industri sepatu oleh raga, dimana PT "'X" adalah badan usaha yang menjalankan fungsi operasionalnya berdasarkan struktur organisasi. Garis wewenag dan tanggung jawab disesuaikan dengan model bagan organisasi antar departemen yang satu dengan yang lainnya. Semua masalah yang terjadi dipandang secara fungsional, dan dipecahkan dengan jalan menelusuri bagian atau departemenmana yang harus bertanggung jawab atas permasalahan tersebut. Penentuan departemen atau fungsi yang harus bertanggung jawab terhadap masalah-masalah tersebut, menyebabkantimbulnya sikap defensif pada masing-masing fungsi yang berusaha menghindar dari tanggung jawab tanpa memikirkan fungsi-fungsi yang lain.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Eko Setiawan 194014
Date Deposited: 21 May 2014 07:52
Last Modified: 23 May 2014 07:53
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/14913

Actions (login required)

View Item View Item