Analisis Hubungan Penggunaan Obat Antihipertensi dengan Kejadian Hipertensi-Hiotensi Intradialitik (HID) pada Pasien Hemodialisi Kronik : Penelitian Observasi Cross Sectional dan Analitik di Instalasi Hemodialisis RSU Dr. Soetomo Surabaya

Pudjianto, Ivana Gloria (2011) Analisis Hubungan Penggunaan Obat Antihipertensi dengan Kejadian Hipertensi-Hiotensi Intradialitik (HID) pada Pasien Hemodialisi Kronik : Penelitian Observasi Cross Sectional dan Analitik di Instalasi Hemodialisis RSU Dr. Soetomo Surabaya. Masters thesis, University of Surabaya.

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/226452

Abstract

Hemodialisis merupakan prosedur yang aman, namun dapat menimbulkan gangguan hemodinamik berupa peningkatan/penurunan tekanan darah intradialitik. Banyak faktor terkait yang dapat menyebabkan hipertensi-hipotensi intradialitik (HID) salah satunya karena penggunaan obat antihipertensi (OAH) pre-HD. Penelitian ini dilaksanakan di RSU Dr. Soetomo Surabaya pada tanggal 21 Juni-15 Juli 2011. Terdapat 39 pasien yang terlibat, 19 orang laki-laki dan 20 orang perempuan dengan angka kejadian DM 7, 69% sisanya non-DM. Hasil tekanan darah pre-HD tinggi dan hanya 18,8% saja yang terkontrol. Hipertensi intradialitik lebih banyak terjadi pada penelitian ini. Pasien DM dan Non-DM yang menggunakan OAH pre-HD menunjukan kecenderungan hipertensi intradialitik, korelasi lebih kuat terhadap peningkatan tekanan darah sistolik (TDS) III dijumpai pada pasien DM dan Non- DM yang disertai gagal jantung dan menggunakan OAH pre-HD (r = 0,632). OAH pre-HD yang menyebabkan hipertensi intradialitik adalah Adalat+Valsartan, Valsartan, Amlodipine dan Nifedipine 5 mg. Hipotensi intradialitik hanya terjadi pada pasien Non-DM yang menggunakan OAH pre-HD seperti Amlodipine, ISDN dan Captopril. Hemodialisis menyebabkan terjadinya pengeluaran sejumlah cairan dan elektrolit sehingga terjadi ketidakseimbangan dan penurunan maksimal plasma darah pada jam ke-3. Renin dirilis sejak jam pertama HD dan akan dipertahankan terus sampai tubuh mampu mengatasi gangguan hemodinamik. Penggunaan OAH pre-HD menyebabkan rilis renin lebih tinggi lagi karena OAH bersifat sebagai vasodilator. Akan tetapi penggunaan OAH pre-HD tidak menunjukan hubungan yang signifikan antara penggunaan OAH dengan kejadian HID pada pasien DM-Non DM dengan atau tanpa disertai gagal jantung (p>0,05).

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Obat Antihipertensi, Hipertensi-Hipotensi Intradialitik
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Postgraduate Programs > Master Program in Clinical Pharmacy
Depositing User: Eko Wahyudi 197013
Date Deposited: 22 May 2014 08:19
Last Modified: 22 May 2014 08:19
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/15135

Actions (login required)

View Item View Item