Penerapan Value Chain Cost Analysis Sebagai Alat Untuk Analisis Biaya Dalam Rangka Pencapaian Cost Leadership Pada PT. X Di Surabaya

Fong, Nien Houw (1997) Penerapan Value Chain Cost Analysis Sebagai Alat Untuk Analisis Biaya Dalam Rangka Pencapaian Cost Leadership Pada PT. X Di Surabaya. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
AK_745_Abstrak.pdf

Download (86Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/154071

Abstract

Bagai semut-semut yang memperebutkan sepotong roti, itulah yang terjadi pada industri baja di Thailand Kebutuhan produksi besi baja negeri ini tiap tahunnya mencapai 7,5 juta ton. Jumlah yang dapat dipenuhi hanya sekitas 1,3 sampai 1,5 juta ton saja, sedangkan sisanya memasok dari impor. Meski peluang untuk mendapatkan bagian di sana cukup besar, namun banyak pula negara yang memperebutkannya. Antara lain Jepang, Kanada, Brazil dan China. Bagaimana dengan peranan Indonesia? Mampukah Indonesia meningkatkan peranannya di negeri yang pertumbuhan sektor konstruksi dan industri sebesar 19% ini? Salah satu bentuk kemudahan untuk memasok baja di sana adalah mengenai kebijakan bea masuk yang ditetapkan setiap enam bulan sekali, berdasarkan pertimbangan basil evaluasi pasar. Dengan kondisi yang ada saat ini maka dibutuhkan analisis mengenai peluang, konsumen, pasar, pemasok, peraturan pemerintah dan sebagainya. Pengenalan yang baik terhadap faktor-faktor terkait akan menyebabkan badan usaha mempunyai gambaran yang tepat mengenai masalah yang dihadapinya, sehingga mengarahkan pada simpulan-simpulan dan pengambilan putusan bisnis yang tepat. Akuntansi Manajemen sebagai salah satu sumber informasi bagi pihak manajemen, telah banyak mengalami perkembangan. Salah satu wujud perkembangan tersebut adalah konsep Value Chain Cost dari Michael E. Porter. Value Chain Cost merupakan suatu alat untuk menganalisis dan memberikan informasi yang dapat mendukung strategi badan usaha untuk mengungguli pesaing dalam industrinya. Ketiga strategi generik tersebut adalah keunggulan biaya, diferensiasi dan fokus. Value chain ini terdiri dari dua aktivitas yaitu aktivitas primer dan pendukung. Dalam setiap kelompok dari dua aktivitas tersebut, ada tiga jenis aktivitas yang memainkan peran berbeda dalam keunggulan bersaing yaitu direct, indirect dan quality assurance. Pelaksanaan aktivitas dalam suatu badan usaha akan menentukan keunggulan bersaing badan usaha itu sendiri. Hal ini berarti bagaimana aktivitas itu dihasilkan dihubungk:an dengan ekonomis tidaknya, menentukan suatu badan usaha itu biayanya lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan dengan pesaing. Dalam skripsi ini analisis Value Chain Cost akan digunakan untuk mendukung keunggulan biaya PT'X" yang bergerak di bidang industri baja. Badan usaha ini telah go public sejak tahun 1989. Saat ini PT"X" memproduksi baja profil, pelat baja, beton eyser. Untuk IJlendukung strategi badan usaha yaitu cost leadership, maka perlu diperhatikan struktur biaya per aktivitas dalam value chain, struktur biaya pada aktivitas langsung, tidak langsung, pemastian mutu serta struktur biaya terhadap...

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Eko Setiawan 194014
Date Deposited: 02 Jun 2014 07:22
Last Modified: 05 Jul 2014 02:18
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/15626

Actions (login required)

View Item View Item