Nonfinancial Performance Measures Sebagai Dasar Evaluasi Divisi Pemintalan PT. X Di Probolinggo

Kusuma, lindayani (1997) Nonfinancial Performance Measures Sebagai Dasar Evaluasi Divisi Pemintalan PT. X Di Probolinggo. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
AK_762_Abstrak.pdf

Download (131Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/154062

Abstract

Dalam menghadapi ketatnya persaingan, ketidakpastian dan perubahan yang luar biasa cepatnya, harga bukan lagi merupakan faktor tunggal yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli. Badan usaha tidak akan terjamin kelangsWlgan hidupnya jika hanya memproduksi dan memasarkan produk atau jasanya saja tanpa diikuti dengan kualitas yang tinggi, kepuasan konsumen, ketepatan waktu pengiriman, garansi dan sebagainya. Dengan adanya keterlibatan faktor-faktor diluar finansial yang turut berpengaruh pada kemampuan kompetisi badan usaha, mengakibatkan penilaian atas suatu keberhasilan badan usaha tidak cukup bila hanya menggunakan tolak ukur finansial saja. Penilaian dengan tolak ukur non finansial juga diperlukan untuk mendapatkan basil evaluasi kinerja yang memadai bagi badan usaha. Berdasarkan kriteria dan informasi yang dihasilkan, sistem penilaian kinerja dapat dibedakan menjadi financial performance measures dan nonfinancial performance measures. Penilaian secara finansial menjabarkan indikasi kinerja dalam jumlah uang serta merupakan basil akhir dari suatu aktivitas, seperti biaya merupakan hasil akhir dari aktivitas pemakaian input, dan pendapatan sebagai akhir dari aktivitas produksi dan penjualan. Sedangkan penilaian non finansial lebih menunjukkan kinerja tersebut sebagai suatu proses sehingga merupakan pengukuran secara fisik pada tingkat operasi badan usaha. lndikator-indikator non finansial yang digunakan untuk menilai suatu kinerja dapat berupa pengendalian pada tiga hal yaitu mutu, cycle time, dan produktivitas. Mutu merupakan tingkat kesesuaian antara produk dengan keinginan konsumen. Standar ideal dari suatu kinerja mutu adalah Zero Defect yang tidak memberi toleransi terhadap suatu kerusakan atau produk cacat. Dengan standar tersebut, sistem pengendalian mutu diarahkan pada pelaksanaan yang terbaik sejak awal (doing right at the first time). Dalam usaha untuk mencapai tingkat Zero Defect, badan usaha juga harus memperhatikan tingkat cycle time dan produktivitas. Upaya yang dapat dilakukan yaitu mengurangi non value added time yang ada dalam cycle time proses produksi dan meningkatkan efisiensi pemakaian input...

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Eko Setiawan 194014
Date Deposited: 03 Jun 2014 07:39
Last Modified: 07 Jul 2014 08:13
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/15733

Actions (login required)

View Item View Item