Compliance Test Terhadap Piutang Usaha Dalam Rangka Menilai Pengendalian Internal Serta Upaya Mencegah Kecurangan Saat Pengumpulan Piutang Pada PT. X Di Sidorajo

Lily, Widjaja (1997) Compliance Test Terhadap Piutang Usaha Dalam Rangka Menilai Pengendalian Internal Serta Upaya Mencegah Kecurangan Saat Pengumpulan Piutang Pada PT. X Di Sidorajo. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
AK_763_Abstak.pdf

Download (77Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/154060

Abstract

Dewasa ini dengan semakin majunya teknologi dan makin tingginya ·taraf hidup masyarakat akan membuat semakin banyak dan beragamnya kebutuhan masyarakat. Banyak badan usaha yang berdiri dan hal ini menyebabkan tingkat persaingan antara badan usaha yang baru dan badan usaha yang sudah lama berdiri semakin tajam. PT. "X" merupakan badan usaha yang bergerak dalam bidang industri sepatu dengan berbagai merk, dimana penjualan ditujukan untuk pasar domestik. Tujuan dari dilakukan audit piutang usaha pada PT. "X" ini adalah untuk menilai pengendalian internal serta juga upaya untuk mencegah kecurangan saat pengumpulan piutang. Permasalahan yang terdapat pada badan usaha ini adalah:pemberian kredit dilakukan oleh general manager, dimana dalam pemberian kredit ini kebijaksanaan yang diterapkan kadang ketat kadang longgar. Hal ini disebabkan karena tidak terdapat patokan yang jelas mengenai batas pemberian kredit. Langganan biasanya langsung meminta kredit pada general manager, dan general manager langsung menyetujui dengan alasan kenal baik dengan langganan tersebut. Penagihan pada PT. "X" dilakukan oleh salesman. Hasil tagihan ini dapat berupa uang tunai atau bilyet giro, kemudian diserahkan kepada kasir dan oleh kasir dicatat basil penerimaan tersebut pada kartu piutang. PT. "X" juga mewajibkan salesman untuk mempertanggungjawabkan basil penagihan pada bari itu juga atau esok paginya paling lambat. Laporan keuangan yang dibuat oleh badan usaha tidak menunjukkan keadaan yang sebenarnya, karena piutang yang ada pada bad an us aha dinilai terlalu besar. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah bahwa badan usaha hendaknya mcmbuat bagian kredit sendiri sehingga dapat diketahui plafon kredit untuk masing-masing langganan. Hal ini juga ditujukan untuk mengurangi jumlah piutang yang tak tertagih scbagai akibat dari pemberian kredit yang tidak didasarkan pada plafon kredit untuk tiap-tiap langganan. Salesman sebagai petugas pencari order hendaknya jangan diberikan tugas juga untuk menagih. Hasil penerimaan dari salesman diberikan kepada kasir dimana kasir sebagai...

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Eko Setiawan 194014
Date Deposited: 03 Jun 2014 07:42
Last Modified: 07 Jul 2014 08:09
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/15734

Actions (login required)

View Item View Item