Status Hukum dari Harta Benda dan Anak yang Lahir dari Perkawinan yang tidak Dilangsungkan Secara Agama

TANDOYO, HERU (2014) Status Hukum dari Harta Benda dan Anak yang Lahir dari Perkawinan yang tidak Dilangsungkan Secara Agama. Masters thesis, University of Surabaya.

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/236149

Abstract

Penelitian mengenai Status Hukum dari Harta Benda Dan Anak Yang Lahir Dari Perkawinan Yang Tidak Dilangsungkan Secara Agama, jika ditinjau dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, adalah suatu perkawinan yang tidak sah. Namun demikian masih ada jalan keluar atau kemungkinan bahwa perkawinan yang telah berlangsung dan tidak sesuai dengan aturan yang ada dalam undang-undang perkawinan menjadi sah, yaitu dengan cara mengajukan permohonan ke Pengadilan Negeri untuk diperoleh penetapan dengan syarat bahwa perkawinan dari para pihak sudah memenuhi ketentuan yang diatur dalam Undang-undang Perkawinan. Dengan ini penulis membahas mengenai permasalahan bagaimana status dari perkawinan serta kedudukan hukum dari harta benda dan anak yang lahir dari perkawinan yang tidak dilangsungkan secara agama. Penulis juga membahas mengenai hal-hal yang diatur dalam Undang-undang Perkawinan dan kemudian di terapkan dalam kasus yang ada, dan kemudian dicari solusi sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Penelitian yang saya lakukan adalah dengan menggunakan pendekatan Statute Approach yaitu pendekatan yang mengacu pada hukum dan peraturan perundangundangan yang berlaku, sedangkan Metodologi yang digunakan dalam penulisan ini adalah yuridis normatif yaitu, penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah para pihak dapat mengajukan permohonan ke Pengadilan Negeri daerah domisili dari para pihak untuk diperoleh penetapan dari Pengadilan Negeri, sehingga perkawinan yang dilangsungkan menjadi sah. Selain itu untuk permasalahan mengenai harta benda dan anak yang lahir dari perkawinan yang tidak sah tersebut, maka didapat penyelesaiannya yaitu setelah perkawinan tersebut di sahkan, para pihak dapat kembali mengajukan permohonan lagi ke pengadilan Negeri setempat untuk diperoleh penetapan bahwa harta benda dan anak yang lahir dari perkawinan tersebut juga di sahkan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: marriage law
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Postgraduate Programs > Master Program in Notary
Depositing User: Eko Wahyudi 197013
Date Deposited: 04 Jun 2014 08:48
Last Modified: 04 Jun 2014 08:48
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/15845

Actions (login required)

View Item View Item