Perlakuan Akuntansi Yang Tepat Atas Transaksi Leasing Untuk Menghasilkan Laporan Keuangan Yang Informatif Pada PT. X di Balikpapan

Herry, Lisa (2004) Perlakuan Akuntansi Yang Tepat Atas Transaksi Leasing Untuk Menghasilkan Laporan Keuangan Yang Informatif Pada PT. X di Balikpapan. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
AK_1884_Abstrak.pdf

Download (93Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/152937

Abstract

Dalam krisis ekonomi saat ini bila badan usaha ingin tetap bertahan, maka dibutuhkan dana yang tidak sedikit jumlahnya. Oleh karena itu, saat ini banyak badan usaha yang mencari sumber-sumber pembiayaan yang tidak terbatas, yang dapat diperoleh pinjaman bank, sumber-sumber pasar uang, dan sumber-sumber pasar modal. Tetapi dalarn rnencari sumber-sumber pembiayaan ini badan usaha seringkali mengalami harnbatan khususnya dalam keadaan krisis seperti saat ini dimana semakin tingginya tingkat inflasi yang terjadi, perubahan kurs yang tidak menentu, dan juga banyaknya jumlah bank yang dilikuidasi. Oleh karena itu, badan usaha berusaha mencari altematif sumber pembiayaan lain yang lebih mudah diperoleh dan lebih menjanjikan. Sumber pembiayaan tersebut adalah industri pembiayaan (multifinance). Alternatif pembiayaan yang banyak dirninati badan usaha adalah leasing (sewa guna usaha). PT "X" merupakan badan usaha swasta yang bergerak di bidang distribusi barang dagangan khususnya makanan dan saat ini PT "X" merupakan distributor tunggal untuk es krim wall's di Balikpapan. Karena PT "X" masih ragu akan prospek penjualannya maka diputuskan menyewa kendaraan untuk pengiriman es krirn. Dengan menyewa bisa mengurangi risiko kerugian apabila usaha ini tidak berjalan seperti yang diharapkan, selain itu di tahun 1997 mulai terjadi krisis ekonomi yang mengakibatkan harga barang-barang modal melambung tinggi sedangkan PT "X' adalah perusahaan yang baru berdiri jadi diputuskan untuk menyewa daripada membeli kendaraan untuk mengirim es krim. Metode perlakuan akuntansi atas transaksi sewa guna usaha yang digunakan badan usaha adalah metode operating lease yaitu dengan mengakui setiap pembayaran sewa guna usaha sebagai biaya sewa sarnpai berakhimya periode sewa guna usaha. Tetapi bila dilihat dari perjanjian sewa guna usaha yang telah disepakati antara badan usaha sebagai pihak lessee dengan pihak lessor dan mengacu pada kriteria-kriteria sewa guna usaha yang dipenuhi oleh badan usaha maka metode transaksi yang seharusnya dipakai adalah metode capital lease. jika badan usaha menerapkan metode capital lease dalam memperlakukan transaksi sewa guna usaha mak:a pada awal perjanjian sewa guna usaha badan usaha akan mengakui dan mencatat adanya aktiva sewa guna usaha bersamaan dengan timbulnya utang sewa guna usaha. Perbedaan penggunaan metode transaksi sewa guna usaha yang diterapkan oleh badan usaha (operating lease) dan metode sewa guna usaha yang sesuai dengan kriteria perjanjian sewa guna usaha yang telah disepakati oleh badan usaha (capital lease) akan sangat berpengaruh pada laporan keuangan yang diterbitkan oleh PT "X" karena tidak mencerminkan keadaan badan usaha yang sebenamya. Segala sesuatu yang berhubungan dengan transaksi sewa guna usaha dan hal-hal yang perlu diketahui oleh pemakai laporan keuangan harus diungkapkan secara penuh dalam laporan keuangan sehingga tujuan utama laporan keuangan sebagai sumber informasi benar-benar dapat dicapai.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Suwardi 193009
Date Deposited: 05 Jun 2014 01:24
Last Modified: 05 Jun 2014 01:24
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/15870

Actions (login required)

View Item View Item