Penerapan Prosedur Audit Piutang Usaha Dalam Rangka Meyakinkan Kewajaran Penyajiannya Pada Laporan Keuangan PT. X Di Surabaya

Budiarti, Tri Andes (1996) Penerapan Prosedur Audit Piutang Usaha Dalam Rangka Meyakinkan Kewajaran Penyajiannya Pada Laporan Keuangan PT. X Di Surabaya. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
AK_627_Abstrak.pdf

Download (144Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/154266

Abstract

Untuk menjamin bahwa laporan keuangan yang telah disusun sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan diperlukan pihak yang profesional dan independen untuk menilai kewajaran laporan keuangan secara obyektif yaitu akuntan publik. Akuntan publik dalam melakukan pemeriksaan bukan hanya untuk kepentingan badan usaha, tetapi juga untuk kepentingan pihak ketiga atau masyarakat yang mempunyai kepentingan terhadap laporan keuangan badan usaha tersebut. Dalam melakukan pemeriksaan, akuntan publik berpedoman pada Pernyataan Standar AkWltansi Keuangan Standar Profesional Akuntan Publik dan Kode Etik Akuntan. Dengan sikap independensi akuntan publik akan menghasilkan pendapat yang tidak memihak baik terhadap badan usaha maupun terhadap para pemakai laporan keuangan. Dalam melakukan pemeriksaan terhadap piutang usaha PT 'X' di Surabaya, akuntan harus menempuh beberapa tahap yang telah ditentukan atau ditetapkan sebelumnya. Hal ini dimaksudkan agar dapat dicapai basil pemeriksaan yang benar dan dapat dipercaya yang nantinya digunakan sebagai dasar untuk menentukan luas pemeriksaan berikutnya. Tahapan pemeriksaan itu dilakukan dengan pemahaman sistem akuntansi terhadap piutang usaha pada badan usaha yang bersangkutan (PT 'X'). Pemahaman tersebut berfungsi bagi akuntan untuk merancang kuesioner sistem pengendalian internalnya. Dari hasil kuesioner tersebut kemudian dibuktikan dengan membuat program compliance test. Penyusunan program compliane test ini berdasarkan sistem akuntansi dan kuesioner sistem pengendalian internal. Pada saat membuat kuesioner sistem pengendalian internal sistem dan prosedur penjualan secara kredit, terlebih dahulu dilakukan pemahaman atas unsur­ unsur pengendalian internal yang meliputi struktur organisasi, sistem otorisasi dan prosedur pencatatan, praktek yang sehat dan karyawan yang cakap. Unsur-unsur pengendalian internal tersebut seharusnya ada dalam sistem akuntansi yang diperiksa, agar sistem tersebut dapat menjamin keteltiitan dan keandalan informasi akuntansi yang disajikan. Kuesioner pengendalian internal tersebut dibuat untuk menguji sampai sejauh mana pengendalian internal si.stem dan prosedur penjualan secara kredit oleh badan usaha dapat dipercaya dengan menggunakan kata tanya 'apakah' pertanyaan dapat dirancang untuk memperoleh jawaban yang diinginkan. Atas dasar hasil pemahaman jawaban kuesioner tersebut, akuntan melakukan perubahan-perubahan pada rancangan program compliance testnya. Dan dari hasil kuesioner pengendalian internal, akuntan dapat menentukan luas pemeriksaan Untuk prosedur pemeriksaan yang lain yaitu substantif test Compliance test selain ditujukan untuk menilai keefektifan sistem pengendalian internal, juga untuk membuktikan apakah unsur-unsur pengendalian internal yang dikumpulkan dalam pengendalian internal tersebut benar-benar terdapat da1am sistem akuntansi badan usaha tersebut. Perancangan program pemeriksaan untuk compliance test terhadap sistem dan prosedur piutang didasarkan pada berbagai sistem akuntansi dan kuisioner pengendalian internal yang bersangkutan. ...

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 06 Jun 2014 00:23
Last Modified: 06 Jun 2014 00:23
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/16069

Actions (login required)

View Item View Item