Balanced Scorecard Sebagai Sistem Pengukuran Kinerja Strategis Yang Mendorong Pencapaian Tujuan Unit Usaha PT. X Di Pandaan

Handajani, Christin (1996) Balanced Scorecard Sebagai Sistem Pengukuran Kinerja Strategis Yang Mendorong Pencapaian Tujuan Unit Usaha PT. X Di Pandaan. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
AK_630_Abstrak.pdf

Download (101Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/154201

Abstract

Sistem pengukuran kinerja merupakan bagian dari planning & conlrol yang penting bagi keberhasilan badan usaha. Sistem pengukuran kinerja tradisional mengukur kinerja secara finansial dan cenderung mengendalikan para peketja untuk mencapai hasil tertentu dengan bekerja sesuai instruksi yang diberikan. Sempitnya ruang lingkup pengukuran menyebabkan sistem tradisional ini kurang akurat dan objektif dalam menilai kinerja seluruh badan usaha yang kompleks dan sistem ini tidak memotivasi terjadinya continuous improvement dan innovation yang sangat diperlukan badan usaha untuk dapat berhasil. Sebagian badan usaha menitikberatkan pada financial measurement dibandingkan operational measurement sedangkan sebagian lagi berpendapat jika operational measurement baik maka otomatis financial akan mengikutinya. Para executive menyadari tidak ada satu ukuran yang dapat menilai keseluruhan kinerja badan usaha, financial dan operational measurement sama-sama penting dan dibutuhkan untuk menilai kinerja secara keseluruhan. Manajer membutuhkan balanced Scorecard sebagai sistem pengukuran kinerja yang menyeimbangkan kinerja finansial dan non finansial. Balanc8d scorecard menilai kinerja dari empat perspektif yang berbeda. Dalam tiap perspektif akan ditentukan dan diukur sejumlah critical succsss factor yang sangat menentukan keberbasilan badan usaha. Balanced scorecard mengukur kinerja dari empat perspektif yaitu : customer perspective, internal bussines perspective, innovation & learning perspective serta financial perspective. Dalam customer perspective akan dinilai on-time delivery performance, customer complains dan sales return yang diterima badan usaha. Internal business perspective akan mengukur cycle time, number of defective unit dan productivity. Sedangkan innovation & learning perspective akan menilai worker training yang dilaksanakan, new product development time, dan revenue from new product yang diperoleh badan usaha. Sales growth ratio, profit margin on sales, cash flows dan ROA akan diukur dalam financial perspective. Kemajuan teknologi dan globalisasi perdagangan menyebabkan konsumen semakain jeli dalam membeli suatu produk k.anma tersedia banyaknya pilihan. Informasi-informasi yang diperoleh dalam customer perspective akan menjadi masukan bagi manajer untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada konsumen sehingga dengan kepuasan konsumen akan memberikan nilai tambah badan usaha di mata konsumen. Hal ini akan membantu badan usaha untuk memenangkan persaingan yang ketat dalam industrinya. ...

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 06 Jun 2014 06:11
Last Modified: 06 Jun 2014 06:11
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/16095

Actions (login required)

View Item View Item