Analisis Postural Stress Pada Pekerja Bangunan Dengan Menggunakan Metode OWAS

Harsanto, Hendra and Tjitro S., Bambang and Tjahyoanggoro, Anton (2003) Analisis Postural Stress Pada Pekerja Bangunan Dengan Menggunakan Metode OWAS. In: Proceedings 2nd National Industrial Engineering Conference. Industrial Engineering in a competitive and borderless world : Success through Business system integration, 9-11 Oktober 2003, University of Surabaya.

[img]
Preview
PDF
Harsanto_Analisis_abstrak_2003.pdf

Download (58Kb) | Preview
[img] PDF
Harsanto_Analisis_2003.pdf
Restricted to Registered users only

Download (421Kb) | Request a copy

Abstract

Dalam industri moderm, khususnya daerah-daerah yang sedang melakukan pembangunan, tenaga kerja secara fisik masih memegang peranan yang penting. Sering kali banyak pekerjaan yang menyebabkan para pekerja memakai tenaganya pada kondisi tubuh yang tidak nyaman dan tidak sehat. Hal ini pula yang dialami oleh para pekerja bangunan. Untuk menganalisis kemungkinan postur-postur tubuh mana yang dapat mendatangkan bahaya kecelakaan dan terjadinya postural stress, variasi dari metode sangat berguna. Bagaimanapun juga, pencatatan dengan menggunakan metode laporan tertulis dalnm melakukan pengukuran-pengukuran postur tuhuh tidak selalu feasible (dapat dilakukan). Di tempat kerja, dimana interfrensi antara peneliti dengan pekerja yang melakukan pekerjaannya akan diminimumkan dan dimana perbedaan postuppostur tubuh yang akan diobservasi dalam periode waktu yang lama, ini akan sangat baik jika digunakan video rekaman. Pengambilan sampel dengan video rekaman dapat dengan cepat dan jelas diketahui postural stress yang dialami oleh pekerja. Data OWAS disajikan dalam bentuk kodepostur kerja dasar. Perbaikan yang dilakukan ada 2 hal yaitu perbaikan pada alat bantu, baik rancangan alat bantu baru maupun perbaikan dari alat bantu yang sudah ada, dan perbaikan pada postur kerjanya. Dimana perbaikan pada alat akan berpengaruh pada perbaikan postur kerja. Perancangan alat yang baru menggunakan haril analisis kuesioner dan wawancara yang kemudian dibuatkan konsep rancangan alat yang sesuai dengan kebutuhan pekerja. Pada proses penyusunan batu bata perbaikan dilakukan dengan memncang alat bantu baru yaitu meja kerja dan postur kerja. Dengan memokai metade kerja baru maka beban kerja yang termasuk dalam kategori 3 dan 4 dalam OWAS menjadi kategori I dan 2 yaitu postur 4161 kategori 4 menjadi 2161/1161 kategori 2/1; 4141 kategori 4 menjadi 3121 kategori I; dan 2141 kategori 3 menjadi I161 kategori I. Pada proses pemindahan bahan bangunan perbaikan dilakukan dengan memperbaiki alat bantu yang sudah ada yaitu kotak angkut material dan postur kerja. Perbaikan postur yaitu posrur 4141 kategori 4 menjadi 1 161 kategori 1; 2143 dan 2142 kategori 3 menjadi 1143 dan 1 142 kategori 2; dan 2123 kategori 3 menjadi 1143 kategori 2. Pada proses pembuatan luluh semen perbaikan hanya pada postur kerjanya yaitu 4141 kategori 4 menjadi 2141 kategori 3.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Uncontrolled Keywords: Postural stress, OWAS, postur, kategori
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Eko Setiawan 194014
Date Deposited: 07 Mar 2012 08:06
Last Modified: 09 Mar 2012 08:50
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/169

Actions (login required)

View Item View Item