Sistem Penerapan Harga Transfer Dalam Penilaian Kinerja Sebagai Alat Untuk Memotivasi Manajer Divisi Guna Pencapaian Keselarasan Tujuan Pada PT. X Surabaya

., Indrawati (1995) Sistem Penerapan Harga Transfer Dalam Penilaian Kinerja Sebagai Alat Untuk Memotivasi Manajer Divisi Guna Pencapaian Keselarasan Tujuan Pada PT. X Surabaya. [Undergraduate thesis]

[img] PDF
AK_356_Abstrak.pdf

Download (341b)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/154346

Abstract

Dalam suatu badan usaha yang aengalami perkeabanga'n baik dalaa luas usaha maupun kompleksitasnya, pengendali­ an aanajeaen biasanya dilakukan aelalui pusat-pusat pertanggungjawaban.Pusat pertanggungjawaban pada dasar­ nya diciptakan uotuk aencapai suatu sasaran tertentu. Oleh sebab ituuntuk aenilai sejauh mana aanajer divisi dapat aencapai sasaran yang telah ditetapkan, diperlukan pengukuran kinerja terhadap aasing-aasing aanajer divisi. Bagi suatu divisi yang ditetapkan sebagai pusat laba, pengukuran'kinerja terhadap aanajer divisi tersebut bfasanya berhubungan dengan beberapa aasalah, diantaranya adalah aasalah penetapan harga transfer. Hal ini disebab­ kan karena sistea harga transfer yang berlaku akan aea­ pengaruhi laba divisi, dengan deaikian aaka berpengaruh juga terhadap basil penilaian kinerja dari· aasing-aasing pusat laba yang terlibat dalaa kegiatan transfer produk. Oleh sebab itu sistea harga transfer yang berlaku dalaa badan usaha harus dapat aeaotivasi aasing aasing aanajer divisi, karena pengukuran kinerja juga berpengaruh terha­ dap tindakan aanajer divisi dalaa aengelola usahanya. Selain itu aanajeaen puncak karns dapat aenetapkan suatu cara pengukuran yang bersifiA obyektif agar dapat lebib aeaotivasi aanajer divisi dalam aencapai tujuan divisinya dengan aeaperhatikan keselarasan tujuan badan usahaa Dalaa skripsi ini, dibahas aengenai· sistea 1harga transfer diantara dua divisi yang terlibat alaa transaksi internal pada PT."X" di Surabaya. Dari basil analisis yang dilakukan, ternyata jualah transaksi internal yang terjadi pada PT.''X" selaaa tahun 1993 aalah seba:J 18,29% dari total penjualan divisi penjuaL Jualah ter .· but cukup berpe garuh dalaa penilaian kinerja aanajer divisi. Oleh sebab itu perlu adanya suatu sistea harga transfer yang dapat aeaberikan basil aaksiaal bagi kedua divisi. Untuk transaksi internal pada PT. digunakan harga pasar dengan potongan penjualan sebesar 12%. Se­ dangkan keputusan aengenai transfer produk antar divisi ditetapkan oleh aanajeaen puncak. Jualah transaksi internal yang terjadi pada PT."X" setiap bulannya tidak stabil. Hal ini aenyebabkan divisi penjual tidak dapat aencad kan kapasitas produksinya secara pasVi bagi divisi peabeli. Selain itu, divisi penjual tidak bekerja dengan kapasitas aaksiaal. Oleh sebab itu penggunaan harga pasar sebagai harga transfer tidak akan meaberikan basil yang aemuaskan serta kurang aeaotivasi aanajer divisi pembeli dalaa melakukan trans­ aksi internal. karena dalaa penilaian kinerja divisi tersebut tidak dapat aeaberikan kontribusi laba yang lebih besar bagi badan usaha. Berdasarkan basil pembahasan dalaa skripsi ini, untuk lebih aeaotivasi aasing-aasing manajer divisi dalaa aelakukan transaksi internal, lebih tepat bila digunakan aetode penetapan harga dua langkah.Pelaksanaan aetode ini ya tu dengan aeabebani divisi peabeli sebesar biaya variabel standar produksi. Hengingat transaksi internal yang terjadi jualahnya tidak ,.stabil setiap bulan. aaka untuk peabebanan biaya tetap disesuaikan dengan kapasitas yang dicadangkan bagi · divisi peabeli. Dan penentuan laba didasarkan pada per­ sen se penjualan internal terhadap laba rata-rata penju­ alan dari divisi penjual. Selain dapat aeaotivasi aanajer divisi, penggunaan aetode ini juga aeaberikan basil penilaian kinerja yang lebih tepat bagi aasing-aasing aanajer divisi, tanpa aenimbulkan struktur biaya yang salah bagi divisi peabeli serta daPat aenghindari persaingan antar divisi. Dalaa penilaian kinerja, selain aasalah harga transfer, peailihan profit index juga harus'diperhatikan. Dalaa aelakukan penilaian kinerja, lebih tepat bila digunakan laba divisi yang dapat dikendalikan. Ini be­ rarti tidak aeabebankan biaya-biaya· te ap yang tidak dapat dikendalikan oleh aanajer divisi. Jadi dengan aenggunakan basil dari peabatiasan yang diperoleh, akan dapat lebih aeaotivasi masing-masing aanajer divisi dalam mencapai tujuan divisi tanpa aenga­ baikan keselarasan tujuan badan usaha secara keseluruhan.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Suwardi 193009
Date Deposited: 18 Jun 2014 02:04
Last Modified: 18 Jun 2014 02:04
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/17056

Actions (login required)

View Item View Item