Penerapan Life-Cycle Costing Dalam Menilai Profitabilitas Produk CV. X Di Surabaya

Gunawan, Khoe Dewi (1994) Penerapan Life-Cycle Costing Dalam Menilai Profitabilitas Produk CV. X Di Surabaya. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
AK_267_Abstrak.pdf

Download (98Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/154433

Abstract

Era globalisasi melanda setiap aspek kehidupan, tidak terkecuali pula dengan dunia teknologi. Perkembangan teknologi yang terjadi terus-menerus denaan cepat diserap oleh berbagai negara dan terutama dimanfaatkan oleh industri-industri manufaktur. Setiap badan usaha manufaktur dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi yang ada, agar mampu mempertahankan eksistensinya dalam lingkungan persaingan yang semakin ketat. Di samping memanfaatkan kemajuan teknologi secara optimal, badan usaha juga harus dapat menerapkan cara-cara atau metode pengolahan dan penyajian informasi yang tepat. Karena dengan demikian, dapat dihasilkan informasi yang akurat untuk pengambilan keputusan manajerial. Disinilah Akuntansi Manajemen memainkan peran penting untuk menyediakan informasi yang relevan dan dapat diandalkan yang dibutuhkan oleh manajemen. Salah satu informasi yang penting adalah informasi mengenai biaya. Ada berbagai cara penetapan biaya produk yang dapat digunakan, namun pada umumnya biaya produk didefinisikan sebagai biaya produksi yang terdiri atas biaya bahan langsung, tenaga kerja langsung dan overhead pabrik. Untuk tujuan pelaporan eksternal yakni menyiapkan laporan posisi keuangan dan hasil operasi badan usaha selama suatu periode tertentu, atau untuk tujuan lainnya yang relevan penetapan biaya produk berdasarkan biaya produksi tidak menimbulkan masalah. Namun akan berbeda jika biaya produk ditetapkan sebagai salah satu elemen dalam penilaian profitabilitas produk. Penetapan biaya produk berdasarkan biaya produksi akan menghasilkan penilaian profitabilitas produk yang tidak tepat. Karena aktivitas produksi sebagian dari aktivitas-aktivitas yang daur hidup suatu produk atau dengan hanya merupakan dilakukan dalam kata produksi sebenarnya hanya merupakan sebagian biaya yang dikeluarkan untuk suatu produk hidupnya. Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk selama usia hidupnya disebut sebagai biaya produk (lire-cycle costs). Secara keseluruhan, biaya daur hidup (lire-cycle costs) dibagi atas tiga kategori utama, yaitu biaya pengembangan (development costs), biaya produksi (manuracturing costs) dan biaya logistik (logistic costs). Dalam penetapan biaya daur hidup, terdapat biaya-biaya langsung dan tidak langsung. Untuk membebankan biaya tidak langsung yang ada pada produk, Activity-Based Costing memberikan hasil alokasi yang lebih akurat. Karena berbeda dengan sistem konvensional yang hanya menggunakan unit-based cost driver, dalam ABC terdapat unit-based dan nonunit-based cost driver. ABC menelusuri biaya pada aktivitas, kemudian ke produk. Namun di samping menetapkan biaya daur hidup produk yang aktual (actual life-cycle costs), perlu dikembangkan pula life-cycle planning. Karena life-cycle planning memberikan peluang besar untuk melakukan penghematan biaya (cost reduction) atau untuk mencapai life-cycle costs yang minimum . Sehingga dengan adanya penetapan budgeted life-cycle costs dalam life-cycle planning serta actual life-cycle costs akan memberikan informasi yang lebih handal bagi manajemen untuk mengambil keputusan yang tepat baik dalam perencanaan maupun pengendalian yang akan menjamin kelangsungan hidup dan keberhasilan badan usaha dalam jangka panjang

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Lasi 193031
Date Deposited: 18 Jun 2014 08:32
Last Modified: 18 Jun 2014 08:32
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/17285

Actions (login required)

View Item View Item