Penggunaan Analisis Profitabilitas Pelanggan Dalam Strategi Kebijakan Penetapan Harga Pada PT. X Di Surabaya

Guito, Lany (1994) Penggunaan Analisis Profitabilitas Pelanggan Dalam Strategi Kebijakan Penetapan Harga Pada PT. X Di Surabaya. [Undergraduate thesis]

[img] PDF
AK_378_Abstrak.pdf

Download (341b)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/154281

Abstract

Adanya paket kebijakan deregulasi dan debirokrasi dalam setiap sektor ekonomi sangat berpengaruh pada lingkungan usaha. Hal ini mendorong penerapan strategi­ strategi yang dapat menempatkan badan usaha pada posisi yang kompetitif dan mampu mencapai sasaran atau tujuan yang ditetapkan. Penerapan kebijakan penetapan harga yang berbeda untuk segmen pelanggan tertentu merupakan salah satu strategi yang digunakan, seperti halnya penerapan pada PT 'X'. PT 'X' merupakan badan usaha industri yang menghasilkan plat (baja lembaran) sebagai produk utama (divisi II), disamping jasa (divisi 1), pengelolaan scrap dan produksi besi beton (divisi III).Pelanggan PT 'X' terdiri dari para distributor, baik di dalam dan di luar kota maupun luar pulau serta pengecer. Dalarn pembahasan ini terdapat 5 segmen pelanggan, terdiri dari luar pulau, Jakarta, Semarang, distributor Surabaya, pengecer Surabaya. Pengelompokkan segmen ini. sesuai dengan perbedaan kebijakan penetapan harga yang ditetapk:an oleh badan usaha. Melalui Analisis Profitabilitas Pelanggan yang merupakan salah satu laporan akuntansi, menyajikan infonnasi tentang semua pendapatan dan biaya-biaya yang relevan untuk dibebankan kepada pelanggan. Biaya-biaya yang dimaksud adalah customer-driven costs meliputi biaya pengiriman, pelayanan dan pendukung pelanggan dan pasar, biaya pemesanan, distribusi, penjualan, penelitian dan pengembangan, periklanan, pemasaran. Dari hasil ana1isis ini diperoleh informasi tentang marjin laba setiap segmen yang merupakan indikasi keefektifan penerapan perbedaan kebijakan penetapan harga oleh badan usaha. Decision Grid Analysis dan Cumulative Outlet Contribution Analysis membantu pemahaman hasil Analisis Profitabilitas Pelanggan. Cumulative Outlet Contribution Analysis memberikan gambaran tentang variasi perolehan marjin laba masing-masing segmeti dari yang tertinggi hingga yang terendah. Sedangkan Decision Grid Analysis menunjukkan posisi masing-masing segmen pada 4 kategori berdasarkan 2 faktor yaitu marjin laba dan volume penjua1an netto. Segmen pelanggan Jakarta berhasil menempati kategori winner dengan volume terbesar (41,56%) dan marjin laba 24,44%, meskipun dengan potongan penjuaJan, biaya piutang dan ongkos angkut yang tinggi. Yang termasuk kategori potential adalah segmen pelanggan luar pulau dengan marjin laba tertinggi (25,13%), volume 14,07% dan Semarang dengan volume terkecil 3,41%, marjin laba 24,81%. Hal ini berkaital} dengan kemampuan pelunasan piutang yang baik sehingga biaya piutang rendah, walaupun ongkos angkut dan subsidi untuk luar pulau yang terbesar. Segmen distributor Surabaya berada pada kategori problems dengan marjin laba 13,305% dan volume 23,73%. Sedangkan kategori losers ditempati oleh pengecer Surabaya dengan volume 17,2% dan marjin laba -2,2%. Untuk kedua segmen Surabaya belum dapat menunjukkan marjin laba yang memuaskan padahal ongkos kirim yang ditanggung oleh badar. usaha terendah dibanding yang lain dan adanya penambahan harga Rp 50,00 untuk pengecer. Hal ini dipengaruhi perbedaan pelayanan produk terhadap kedua segmen ini. Dirnana ketiga segmen pertama hanya dilayani penjualan produk utama (divisi ll), sedangkan untuk segmen Surabaya dilayani penjualan dari semua produk. Oleh karena itu perlu adanya analisis lebih lanjut tentang produk yang dijual dan perubahan kebijakan penetapan harga yang memungkinkan perbaikan posisi kedua segmen tersebut. Secara umum terdapat 3 hal yang perlu diperhatikan yaitu potongan penjualan, kemampuan pelunasan piutang dan kebijakan penetapan harga untuk divisi I & m. Untuk mengatasi besamya potongan penjualan yang diberikan perJu dibuat Laporan Potongan Penjualan yang memudahkan penelusuran kesalahan, meningkatkan ketelitian pada bagian pemasaran yang menerima pesanan, quality control bagian produksi dan petugas gudang untuk pengecekan sebelurn barang dikirim.Kemampuan pelunasan piutang pelanggan merupakan hal yang cukup berpengaruh terhadap aliran kas badan usaha. Oleh karena itu untuk mengatasi keterlarnbatan pembayaran piutang dengan pemberitahuan ulang sebelum jatuh tempo, memperketat monitor pelunasan piutang dan pelaksanaan plafon kredit yang lebih baik. Berkaitan dengan perlunya analisis lebih lanjut tentang produk yang dijual dan kebijakan penetapan harga produk divisi I & III, dapat dilakukan dengan cara memperpendek syarat kredit, penjualan tunai untuk jenis tertentu, pengiriman barang dengan syarat F.o.b Factory.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Suwardi 193009
Date Deposited: 19 Jun 2014 03:11
Last Modified: 19 Jun 2014 03:11
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/17423

Actions (login required)

View Item View Item