Penerapan Throughput Costing Sebagai Dasar Penetapan Harga Yang Bersaing Pada Badan Usaha X Di Surabaya

Feliana, Yie Ke (1995) Penerapan Throughput Costing Sebagai Dasar Penetapan Harga Yang Bersaing Pada Badan Usaha X Di Surabaya. [Undergraduate thesis]

[img] PDF
AK_385_Abstrak.pdf

Download (341b)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/154235

Abstract

Arus globalisasi telah menyebabkan persaingan antar badan usaha semakin ketat. Badan usaha-badan usaha tersebut menerapkan berbagai strategi untuk memenangkan persaingan dalam industrinya. Strategi yang telah dipilih akan menentukan posisi badan usaha untuk melindungi dirinya dari tekanan pesaing. Menurut Porter, (1980) ada tiga macam strategi generik, yaitu: 1. Keunggulan biaya menye1uruh 2. Diferensiasi 3. Fokus Perumusan strategi badan usaha yang tepat tergantung dari lingkungan persaingan yang mempengaruhi badan usaha tersebut. Menurut Porter, (1980) ada lima kekuatan p ersaingan yang menentukan perumusan strategi suatu badan usaha, yaitu: 1. Masuknya pendatang baru 2. Ancaman produk pengganti 3. Kekuatan tawar-menawar pemasok 4. Kekuatan tawar-menawar pembeli 5. Persaingan di antara para pesaing yang ada Strategi bersaing yang ditetapkan suatu badan usaha agar berhasil harus didukung oleh semua fungsi dan aspek badan usaha tersebut termasuk pula dalam penetapan harganya. Penetapan harga berpengaruh besar terhadap arus kas yang masuk ke badan uasaha. Menurut Horngren (1994), terdapat dua macam pendekatan dalam penetapan harga, yaitu: 1. Market based pricing 2. Cost based pricing Kedua pendekatan tersebut berbeda dalam penekanannya, pendekatan yang pertama lebih mengutamakan pesaing yang ada dalam pasar, sedang pendekatan kedua lebih mengutamakan biaya yang terjadi di dalam badan usaha tersebut. Kedua pendekatan tersebut di atas tetap memerlukan informasi biaya sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan penetapan harga produknya sebab suatu badan usaha tidak menginginkan harga jual produknya lebih kecil dari biaya yang terjadi untuk memproduksi dan menjual produk tersebut. Menurut Campbell (1992), terdapat tiga macam metode penetapan harga berdasarkan biaya yang bersaing, yaitu: I. Throughput costing 2. Marginal costing 3. Activity costing Ketiga macam metode biaya tersebut diterapkan sesuai dengan kondisi dan strategi badan usaha tersebut. Dalam skripsi ini diterapkan throughput costing pada produk tutup panci PT "X" sebab sesuai dengan kondisi PT "X" yang mengalami kendala dalam memenuhi permintaan pasamya atas produk ini selama tiga bulan terakhir tahun 1993. PT "X " menerapkan strategi keunggulan biaya menyeluruh untuk memenangkan persaingan dalam industri tutup panci. Throughput costing berpandangan jangka pendek yaitu ·semua biaya selain biaya troughput diasumsikan tetap selama tidak terjadi perubahan kapasitas dalam rantai nilai badan usaha. Throughput costing merupakan costing dari penerapan Theory of Constraint. Pertama kali semua rantai nilai badan usaha ditelusuri untuk mengidentiflkasikan kendala, setelah itu bauran produk yang optimal ditentukan berdasarkan besamya thro.ughput persatuan waktu kendala tersebut. Selanjutnya dihitung biaya throughput,biaya operasi dan biaya pendukung kendala persatuan waktu kendala unfuk menyusun throughput costing. Berdasarkan analisis lingkungan PT "X" lebih sesuai menerapkan strategi diferensiasi sehingga penetapan harga yang sesuai adalah throughput costing dengan pendekatan cost based pricing. Dari penerapan throughput costing PT "X" mempunyai kendala di bagian produksi ·pada proses mesin pemanas dan bauran produk yang optimal adalah dengan prioritas tutup panci tipe 27, 29 dan 30. Dari basil penerapan throughput costing ternyata harga tutup panci tipe 29 dan 30 di bawah batas minimal dan tipe 27 diantara batas harga yang disarankan. Untuk semua masalah tersebut PT "X" harus menghilangkan aktifitas yang tidak bernilai tambah pada mesin pemanas dan meningkatkan harga produknya. Untuk menambah kapasitas mesin pemanas dapat juga dilakukan dengan membeli mesin pemanas tambahan selain menghilangkan aktifitas yang tidak bernilai tambah pada mesin pemanas. Apabila terjadi perubahan rantai nilai yang terkendala menjadi tidak terkendala lagi maka harus dianalisis kembali kemungkinan terjadinya kendala pada rantai aktifitas yang lain. Jika letak kendala berubah maka bauran produk yang optimal dan throughput costing sebagai dasar penetapan harga juga berubah. Akhirnya dalam segala sesuatu harus dilakukan perbaikan terus-menerus menuju kesempurnaaan, jika berhenti berusaha menyebabkan terjadinya kemunduran dan tetapkan prioritas yang tepat dalam hal adanya kendala.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Academic Department > Department of MKU
Depositing User: Suwardi 193009
Date Deposited: 19 Jun 2014 04:27
Last Modified: 19 Jun 2014 04:27
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/17492

Actions (login required)

View Item View Item