Perencanaan Produksi, Pengendalian Persediaan Bahan Baku dan Perancangan Ulang Warehouse di Industri Plastik CV. Logam Industri, Surabaya

T, LYNARDI (2012) Perencanaan Produksi, Pengendalian Persediaan Bahan Baku dan Perancangan Ulang Warehouse di Industri Plastik CV. Logam Industri, Surabaya. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
TM_3551_Abstrak.pdf

Download (58Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/228810

Abstract

CV Logam Industri adalah perusahaan manufaktur yang mengolah biji plastik menjadi berbagai macam produk berbahan baku plastik. Proses produksi diawali dengan pencampuran bahan baku kemudian proses pencetakan bahan baku menjadi produk jadi yang disempurnakan dengan proses inspeksi, dan diakhiri dengan proses packaging. Dalam melakukan kegiatan operasionalnya, pemilik lebih banyak menggunakan pemikiran dan pengalaman sendiri, dengan kata lain perusahaan melakukan seluruh proses produksinya dengan tidak menggunakan metode yang terstruktur. Beberapa masalah yang timbul akibat kondisi tersebut adalah kesalahan dalam peramalan sehingga terjadi penyimpanan bahan baku dan produk jadi yang berlebihan. Prosedur penyimpanan di gudang dilakukan dengan cara random sehingga pekerja kesulitan dalam pencarian dan perusahaan pun sering merasa kehilangan produk jadi. Peramalan dan prosedur penyimpanan yang tidak tepat, menimbulkan penumpukan produk hingga tinggi, sehingga menyebabkan produk jadi rusak karena tertindih di bagian dasar. Perencanaan produksi yang diusulkan pada perusahaan diawali dengan peramalan menggunakan Winters Method dari data masa lampau karena siklus permintaan perusahaan yang berpola musiman. Dengan menggunakan programa linier, diusulkan perencanaan produksi yang baru, yang mampu menghemat total biaya produksi dan biaya simpan produk jadi hingga 1,6% dari total cost perusahaan selama periode perencanaan Januari 2011 hingga Juli 2011, atau sebesar Rp 21.715.474,45. Perusahaan juga mampu menghemat 92,41 jam kerja reguler dan 280,68 jam kerja overtime dari jam kerja aktual selama periode perencanaan. Penghematan tersebut dapat digunakan untuk memproduksi produk pesanan yang jumlah pemesanan dan desainnya tidak dapat diprediksi sebelumnya. Dari perencanaan produksi yang telah diusulkan, perusahaan dapat merencanakan sistem persediaan bahan baku yang baru untuk menentukan jumlah dan waktu pemesanan yang tepat agar tidak terjadi penimbunan bahan baku. Selain itu, perencanaan bahan baku dibutuhkan agar perusahaan tidak kekurangan bahan baku saat ada permintaan produksi. Perencanaan bahan baku dilakukan dengan menggunakan metode FOQ. Hasil dari perhitungan FOQ, didapatkan jumlah pemesanan optimum (Q*) dan reorder point (B) yang dapat digunakan perusahaan untuk perencanaan persediaan bahan baku. Dari simulasi tersebut, dapat dicari perhitungan total cost, dimana perusahaan mampu menghemat total biaya pembelian, pesan, dan simpan bahan baku hingga 18,27% dari total cost perusahaan selama periode perencanaan Januari 2011 hingga Juli 2011, atau sebesar Rp 283.614.504,60. Setelah perencanaan produksi dan perencanaan bahan baku dilakukan, perusahaan dapat melakukan penataan ulang warehouse-nya, baik warehouse bahan baku maupun warehouse produk jadi. Metode yang digunakan pada warehouse bahan baku adalah metode Class Based Storage karena dikelompokkan berdasarkan jenisnya, sedangkan pengaturan warehouse produk jadi menggunakan metode Dedicated Storage karena pengelompokan dilakukan berdasarkan produk. Menggunakan perencanaan produksi yang telah diusulkan sebelumnya, diusulkan pengaturan warehouse produk jadi yang baru, yang mampu mengeliminasi penggunaan Gudang 3. Setelah diperoleh urutan peletakan bahan baku pada warehouse usulan, urutan tersebut diterapkan pada layout awal perusahaan dengan stock aktual yang terjadi di perusahan. Hasilnya, dengan menggunakan urutan tersebut, perusahaan mampu menghemat jarak tempuh sebesar 5.117,35 meter (2,9%) selama periode perencanaan Januari 2011 hingga Juli 2011. Untuk menunjang kegiatan yang terjadi di warehouse produk jadi, diusulkan sistem pencahayaan dengan jumlah lampu untuk masing-masing gudang (Gudang 1, Gudang 2, dan Gudang 3) adalah 2 unit. Penggunaan papan display diusulkan agar proses identifikasi dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tidak terjadi kesalahan dalam peletakan produk, terutama untuk produk-produk sejenis. Ukuran papan display yang diusulkan untuk penamaan pada warehouse bahan baku adalah 66,69 cm × 14 cm, sedangkan ukuran papan display untuk penamaan pada warehouse produk jadi adalah 72,5 cm × 21 cm.

Item Type: Undergraduate thesis
Uncontrolled Keywords: perencanaan produksi, persediaan bahan baku, warehouse
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Moch. Ali Syamsudin 197011
Date Deposited: 26 Jun 2014 08:37
Last Modified: 26 Jun 2014 08:37
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/18621

Actions (login required)

View Item View Item