Strategi Coping Remaja Korban Parental Abuse Ditinjau dari Satus Sosial Ekonomi Orang Tua dan Gender Korban

., RURYARNESTI (2013) Strategi Coping Remaja Korban Parental Abuse Ditinjau dari Satus Sosial Ekonomi Orang Tua dan Gender Korban. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
S_348_Abstrak.pdf

Download (48Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/236255

Abstract

Persoalan parental abuse tidak hanya populer di kalangan status sosial ekonomi rendah. Kalangan status sosial ekonomi tinggi juga mengalami persoalan parental abuse, hanya saja lebih tersembunyi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bahwa parental abuse juga merupakan persoalan pada masyarakat status sosial ekonomi tinggi dan ragam strategi coping ditinjau dari status sosial ekonomi orangtua dan gender. Parental abuse adalah segala sesuatu perlakuan menyakitkan yang dilakukan orangtua kepada anak. Salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya parental abuse status sosial ekonomi. Saat mendapatkan parental abuse, remaja melakukan strategi coping untuk menghadapinya. Terbentuknya strategi coping dapat dipengaruhi oleh status sosial ekonomi dan gender.Strategi coping adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk merespon tekanan atau ancaman. Strategi coping memiliki dua bentuk yaitu problem focused coping dan emotion focused coping. Untuk melakukan strategi yang sesuai, remaja melihat kembali dirinya laki-laki atau perempuan dan melihat serta memahami strategi coping yang dilakukan oleh teman-temannya. Subjek penelitian berjumlah 200 remaja dari status sosial ekonomi tinggi dan rendah. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan angket. Angket strategi coping diadaptasi dari Carver dan Folkman (1997) oleh Susan, dkk (2004). Angket parental abuse disusun berdasarkan teori aspek-aspek parental abuse oleh Lawson (Huraerah, 2012). Pengolahan data menggunakan uji validitas factor analysis dan reliabilitas alpha cronbach, uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov menghasilkan data yang tidak normal, sehingga data hanya dapat dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kekerasan terjadi antara status sosial ekonomi tinggi dan rendah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, nampak subjek penelitian dengan status sosial ekonomi tinggi dan rendah menggunakan kedua strategi coping, yaitu problem focused coping dan emotion focused coping. Pemilihan strategi coping dipengaruhi oleh gender dan juga melihat kesamaan pengalaman dari teman-temannya. Pandangan ini sesuai dengan Sutherland (2012) yang menyatakan bahwa saat remaja menggunakan obat-obatan, fokus perhatiannya harus ditujukan pada karakteristik inter dan intra personal, bukan semata-mata status sosial ekonominya. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan sekolah dapat membantu siswasiswinya terkait persoalan parental abuse. Guru sekolah dapat peka akan terjadinya parental abuse, terutama kekerasan seksual, sehingga sekolah dapat membuat kebijakan akan pentingnya dampak parental abuse. Bagi pemerintah, juga diharapkan dapat membuat kebijakan tentang parental abuse dan memasukkannya dalam kurikulum saat ini. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat melanjutkan penelitian ini menggunakan skala angket yang lebih sesuai, sehingga dapat memumculkan data yang lebih dalam dan mengungkap dinamika fenomena secara objektif.

Item Type: Undergraduate thesis
Uncontrolled Keywords: Parental Abuse
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Eko Wahyudi 197013
Date Deposited: 21 Jul 2014 07:54
Last Modified: 04 Dec 2015 08:25
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/20005

Actions (login required)

View Item View Item