Penerapan Compliance Audit Atas Sistem Dan Prosedur Pembelian Suku Cadang PT. Pelayaran Nusantara Meratus Di Surabaya

Effendi, Riny (1995) Penerapan Compliance Audit Atas Sistem Dan Prosedur Pembelian Suku Cadang PT. Pelayaran Nusantara Meratus Di Surabaya. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
AK_396_Abstrak.pdf

Download (90Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/154314

Abstract

PT. Meratus merupakan badan usaha yang bergerak dalam bidang usaha jasa pelayaran di Indonesia. Badan usaha ini melakukan berbagai kegiatan pelayaran dari mengoperasikan sendiri kapal-kapalnya, dicarterkan, hingga memberikan jasa keagenan kepada kapal asing yang tidak mempunyai cabang di Indonesia serta membantu pemerintah dalam masalah transportasi para transmigran ke daerah lain. Compliance Audit yang dilakukan pada badan usaha ini bertujuan untuk melihat apakah sistem dan prosedur dalam aktivitas pembelian suku cadang telah dilaksanakan seperti yang telab digariskkan oleh badan usaha, sehingga auditor dapat memberikan penilaian atas sistem dan prosedur tersebut. Dalam melakukan pengujian atas sistem dan prosedur pembelian, auditor menerapkan pengujian secara attribut sampling, dengan model stop-or-go sampling. Tingkat kepercayaan (reliability level) yang ditetapkan adalah 95% dengan batas ketelitian maksimun 5%. Simpulan yang dapat dirangkum setelah dilakukan pemeriksaan, pengamatan dan penyebaran kuesioner adalah sebagai berikut: 1. Badan usaha belwn melakukan pemisahan fungsi secara optimal dan pelaksanaan pencatatan sesegera mungkin. 2. Telah ada pemisahan secara tegas antara bagian yang melakukan pembelian dan bagian penerimaan barang, serta dilakukannya pemeriksaan atas transaksi pembelian oleh orang yang independen dengan kegiatan pembelian dan penerimaan barang tersebut. Setelah melakukan serangkaian langkah-langkah sampling atas sistem dan prosedur pembelian maka dapat d.ikatakan bahwa sistem pengendalian internal prosedur- tersebut cukup efektif. Sedangkan implikasi yang diperkirakan akan terjadi apabila tidak ada perubahan adalah adanya risiko yang besar atas manipulasi-manipulasi yang mungkin akan dilakukan oleh para karyawan. Dari berbagai macam pengujian yang dilakukan, maka penulis memberikan beberapa rekomendasi yang sekiranya dapat dijadikan sebagai bahan masukkan untuk badan usaha. Pertama, badan usaha disarankan untuk melakukan pemisahan fungsi secara optimal untuk mencegah kemungkinan kolusi-kolusi yang akan dilakukan oleh para karyawan. Kedua, menyangkut masalah pencatatan transaksi pembelian kredit sesegera mungkin. Badan usaha disarankan untuk menambah lembar tembusan surat order pembelian agar semua bagian yang terkait dapat melaksanakan fungsinya sesegera mungkin. . Ketiga, pemisahan antara bagian pembelian dan penerimaan dinilai amat baik sekali. Oleh karena itu, hendaknya hal tersebut terns dipantau dan ditingkatkan pengawasannya untuk mencegah terjadinya kolusi-kolusi tadi.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Lasi 193031
Date Deposited: 12 Aug 2014 04:10
Last Modified: 12 Aug 2014 04:10
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/20199

Actions (login required)

View Item View Item