Penerapan PSAK No.55 tentang Praktik Hedging dalam Bentuk Forward Exchange Contract sebagai Antisipasi terhadap Ketidakstabilan Kurs Valuta Asing pada PT X di Surabaya

., Lensya (2005) Penerapan PSAK No.55 tentang Praktik Hedging dalam Bentuk Forward Exchange Contract sebagai Antisipasi terhadap Ketidakstabilan Kurs Valuta Asing pada PT X di Surabaya. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
Ak_1812_Abstrak.pdf

Download (92Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/152990

Abstract

Keadaan politik dan keamanan yang tidak stabil menjadi salah satu penentu bagi kestabilan perekonomian di Indonesia. Setiap kali ada pe~st~wa kerusuJ:lan akan membuat nilai tukar rupiah menjadi berfluktuasi. Keadaan mlat tukar rup1ah yang tidak stabil inilah yang hams diperhatikan oleh badan usaha yang melakukan kegiatan impor. Badan usaha yang mempunyai pinjaman dalam bentuk mata uang asing akan mengalami kenaikan dalam biaya pelunasan utang tersebut, baik pokok maupun bunganya. Kenaikan dalam biaya pelunasan utang tersebut timbul akibat adanya selisih kurs sejak terjadinya transaksi sampai ke pembayaran tunai. Dalam mengantisipa~i ketidakpastian akibat fluktuasi nilai Rupiah yang relatif belum stabil tersebut, maka badan usaha dapat melakukan transaksi derivatif (hedging) seperti Forward Exchange Contract. Dengan jalan ini maka risiko akan perubahan nilai Rupiah terhadap USD dapat diminimalisasikan. · PT X adalah badan usaha yang bergerak di bidang industri perdagangan dan pemotongan stainless steel. PT 'X' melakukan penjualan lokal plat stainless. Untuk bahan baku berupa plat stainless lembaran dan koil yang digunakan sebagian besar dipenuhi dari supplier dalam negri dan beberapa bahan baku juga diimpor dari luar negri. Pembelian bahan baku dari luar negri dibayarkan dengan menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (USD ). Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai perlakuan akuntansi yang tepat atas transaksi impor terutama dengan penggunaan Forward Exchange Contract pada PT X. Sebagai upaya mengantisipasi turunnya nilai tukar rupiah terhadap USD, PT X dapat menerapkan hedging (lindung nilai) dalam bentuk Forward Exchange Contract. Forward Exchange Contract merupakan kontak pembelian dimuka valuta asing antara pembeli, dalam hal ini adalah nasabah pengusaha dengan pihak penjual, dalam hal ini adalah bank devisa. Pihak bank akan menyediakan sejumlah valuta asing yang diperjanjikan pada tanggal tertentu dan nasabah bersedia untuk membayar dengan jumlah rupiah yang diperjanjikan termasuk di dalamnya biaya premium. Setelah melakukan tindakan hedging untuk mengantisipasi risiko kerugian selisih kurs maka kerugian selisih kurs yang diderita oleh PT X berkurang sebesar 0, 71 % di tahun 2002 dan 2,21 % di tahun 2003. Hal ini menyebabkan laba yang diperoleh perusahaan mengalami kenaik:an. Adanya peningkatan laba tersebut tentunya memberikan dampak bagi pengguna laporan keuangan pada PT X, dalam hal ini terutama pihak-pihak yang berkepentingan adalah pemilik perusahaan, pemberi pinjaman, dan pemerintah untuk kepentingan pajak. Dengan demikian maka masing-masing pengguna laporan keuangan dapat memperoleh informasi yang lebih informatif dan relevan setelah perusahaan menerapkan tindakan hedging yang dapat meminimalisasikan kerugian selisih kurs yang ditanggung oleh PT. X.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Moch. Ali Syamsudin 197011
Date Deposited: 21 Aug 2014 07:08
Last Modified: 21 Aug 2014 07:08
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/20328

Actions (login required)

View Item View Item