Pengaruh Arus Kas Operasi Terhadap Nilai Badan Usaha Pada Badan Usaha - Badan Usaha Yang Go Public Di PT. Bursa Efek Jakarta Dalam Periode Januari 1994 - Desember 1996

., Soeprajoga (1998) Pengaruh Arus Kas Operasi Terhadap Nilai Badan Usaha Pada Badan Usaha - Badan Usaha Yang Go Public Di PT. Bursa Efek Jakarta Dalam Periode Januari 1994 - Desember 1996. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
M_2566_Abstrak.pdf

Download (142Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/145436

Abstract

Perkembangan pasar modal yang pesat di Indonesia seiring dengan dikeluarkannya Pakto 1988 yang berisi perlakuan pajak yang sama sebesar 15% bagi dividen saham dan bunga deposito, dilanjutkan dengan Pakdes 1988 yang berisi tentang dibukanya peluang untuk mendirikan Bursa Efek baru dikota lain yang dikelola swasta telah menjadikan pasar modal sebagai suatu alternatif investasi yang menarik bagi para investor. Pasar modal dapat memberikan manfaat baik bagi pemerintah, investor, dan bagi badan usaha.Bagi pemerintah, dengan adanya pasar modal, maka dana masyarakat dapat dimobilisasi untuk pembangunan, bagi badan usaha, pasar modal dapat digunakan untuk mencari tambahan dana sebagai alternatif pembiayaan, sedangkan bagi investor, pasar modal dapat digunakan sebagai alternatif dalam melakukan investasi selain deposito, tabungan, dan asset riil. Dalam melakukan investasi di pasar modal, para investor mengharapkan tingkat hasil dari saham suatu badan usaha yang dapat dibagi dalam dua bentuk, yaitu dividen dan capital gains. Badan usaha yang dapat memberikan tingkat hasil yang memadai bagi pemegang sahamnya akan mempunyai nilai badan usaha yang tinggi, yang terlihat dari harga pasar sahamnya. Untuk badan usaha harga pasar saham sama dengan nilai kapitalisasi pasarnya. Penggunaan nilai kapitalisasi pasar saham tersebut sekaligus mengabaikan pandangan bahwa profit dapat dipakai sebagai landasan untuk memaksimumkan kekayaan pemilik. Faktor fundamental yang mempengaruhi nilai badan usaha adalah arus kas. Arus kas menunjukkan dana yang tersedia bagi badan usaha guna melakukan tindakan produktif. Selain itu arus kas dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban badan usaha terhadap pihak kreditor, membayar pegawai, membayar supplier, dan memberikan dividen bagi pemegang sahamnya. Suatu badan usaha yang tidak dapat memenuhi kewajibannya terhadap pihak kreditor dapat dinyatakan bangkrut. Badan usaha yang dalam keadaan sehat harus dapat menghasilkan aruskas operasi yang positif dari kegiatan usahanya. Badan usaha yang tidak dapat menghasilkan arus kas yang positif dari kegiatan operasinya menandakan badan usaha tersebut dalam kondisi yang tidak sehat. Arus kas operasi dapat digunakan untuk memaksimalkan nilai badan usaha. Hal ini disebabkan karena arus kas operasi, bukan profit, merupakan faktor yang relevan untuk mengukur kinerja badan usaha, karena pemegang saham, kreditur, penyalur, dan para pekerja harus memperoleh kompensasi dalam bentuk 'real cash', bukan 'bookconcept'. ...

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Management
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 18 Sep 2014 04:30
Last Modified: 18 Sep 2014 04:30
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/20766

Actions (login required)

View Item View Item