Pengaruh Risiko Terhadap Tingkat Hasil Saham Pada Badan Usaha-Badan Usaha Yang Go Public Di PT Bursa Efek Jakarta Periode 1992-1995

Irawan, Herry (1998) Pengaruh Risiko Terhadap Tingkat Hasil Saham Pada Badan Usaha-Badan Usaha Yang Go Public Di PT Bursa Efek Jakarta Periode 1992-1995. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
M_2650_Abstrak.pdf

Download (153Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/145332

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh risiko terhadap tingkat hasil saham pada badan usaha-badan usaha yang go public di PT Bursa Efek Jakarta. Latar belakang pemilihan judul ini adalah karena investasi saham adalah merupakan salah satu jenis investasi yang berkembang pesat di Indonesia dan karena investasi saham adalah investasi yang berisiko, dimana tidak setiap investor bersedia menginvestasikan dananya pada investasi saham. Tahun 1988 jumlah badan usaha yang telah go public di PT Bursa Efek Jakarta adalah 24 badan usaha. Tahun 1994 jumlah badan usaha yang telah go public di PT Bursa Efek Jakarta meningkat menjadi 221 badan usaha. Walaupun pasar modal Indonesia telah berkembang pesat, tetapi masih banyak investor di Indonesia yang tidak bersedia menginvestasikan dananya pada investasi saham karena mereka beranggapan investasi saham adalah investasi yang berisiko sehingga investor takut mengalami kerugian yang besar. Hal ini mendorong peneliti untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh risiko terhadap tingkat hasil pada investasi saham. Penelitian m1 dilakukan dengan tujuan agar dapat memberikan informasi pada investor mengenai pengaruh risiko terhadap tingkat hasil saham pada investasi saham di PT Bursa Efek Jakarta sehingga investor dapat mengambil keputusan investasi yang tepat untuk meningkatkan kemakmurannya. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan Cluslered Proportional Random Sampling, dimana populasi yang ada dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan jenis industrinya dan kemudian dilakukan pengambilan sampel secara acak dengan proporsi sebesar 0,40 pada industri-industri yang ada. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan rata-rata, menggunakan regresi tinier dari risiko saham sebagai variabel independen dan tingkat hasil saham sebagai variabel dependen. Regresi linier akan memperoleh intercept, slope, koefisien korelasi dan koefisien determinasi. Uji hipotesis dalam penelitian ini adalah menguji pengaruh risiko saham terhadap tingkat hasil saham dengan cara menguji koefisien kemiringan dari hasil regresi. Waktu yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pada tahun 1992 sampai dengan tahun 1995. Obyek penelitian ini adalah badan usaha-badan usaha yang go public di PT Bursa Efek Jakarta pada periode 1992-1995. Penelitian ini menghasilkan beberapa pokok hasil penelitian. Pertama, terdapat pengaruh antara risiko saham yang diukur dengan beta saham terhadap tingkat hasil saham, dimana semakin besar risiko saham yang diukur dengan beta akan mengakibatkan tingkat hasil saham makin besar. Kenaikan risiko sebesar satu satuan beta akan mengakibatkan tingkat hasil saham naik sebesar 0,015518. Kedua. berdasarkan persamaan regresi yang diperoleh terlihat bahwa pada saat risiko konstan maka tingkat hasil saham akan sebesar 1,1168%, yang merupakan tingkat hasil bebas risiko pada investasi saham. Nilai tingkat hasil bebas risiko sebesar l,1168% menunjukkan nilai yang sebanding dengan tingkat hasil bebas risiko aktual per bulan pada periode penelitian yaitu sebesar 1,1167% per bulan. Tingkat hasil bebas risiko per bulan secara aktual pada periode penelitian diukur dari rata-rata tingkat hasil deposito berjangka 12 bulan pada bank-bank pemerintah. Ketiga, koefisien determinasi yang didapatkan dari persamaan regresi adalah hanya sebesar 0,07378, yang berarti kemampuan variabel risiko saham untuk menjelaskan perubahan nilai tingkat hasil saham adalah kecil sekali. Untuk dapat lebih menjelaskan tingkat hasil saham, maka perlu dibuat model seperti Arbitrage Pricing Theory yang memakai lebih dari satu faktor dan mengkaitkan dengan berbagai variabel makro ekonomi. Keempat, tingkat hasil saham ditentukan oleh capital gain dan dividen yield dari saham itu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa capital gain adalah unsur utama penentu tingkat hasil saham. Dividen yield percentage yang diperoleh investor lebih kecil bila dibandingkan dengan capital gain percentage yang didapatkan investor. Kelima, karena investasi saham di PT Bursa Efek Jakarta menunjukkan bahwa risiko yang semakin tinggi akan mengakibatkan tingkat hasil semakin tinggi, maka akan berdampak demand saham-saham pada badan usaha-badan usaha yang go public di PT Bursa Efek Jakarta akan meningkat. Dengan demand yang semakin besar, maka harga saham akan naik sehingga investor akan mendapatkan capital gain yang berakibat tingkat basil saham yang diperoleh investor semakin besar. Selain itu demand yang meningkat berarti merupakan kesempatan bagi badan usaha untuk menambah dana untuk mencukupi kebutuhan dana bagi investasinya sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan badan usaha. Pcnelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa investasi pada saham badan usaha-badan usaha yang go public di PT Bursa Efek Jakarta adalah merupakan suatu altematif investasi yang menguntungkan bagi investor. Daiam melakukan investasi pada saham badan usaha-badan usaha yang go public di PT Bursa Efek Jakarta. Investor harus selalu memperhatikan aktivitas perdagangan yang terjadi agar investor bisa memaksimumkan capital gain yang didapatkannya karena capital gain adaiah unsur terbesar penentu tingkat hasil saham.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Management
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 17 Oct 2014 08:37
Last Modified: 17 Oct 2014 08:37
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/21125

Actions (login required)

View Item View Item