Pola Penggunaan Obat Antihipertensi pada Penderita Hipertensi Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng - Bali Selama Bulan Agustus 2004 Sampai Juli 2005

Astawa, I.A.Kt. Liliek (2006) Pola Penggunaan Obat Antihipertensi pada Penderita Hipertensi Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng - Bali Selama Bulan Agustus 2004 Sampai Juli 2005. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL / DOI: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/149964

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pola penggunaan obat Antihipertensi (AH) pada penderita hipertensi rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng-Bali selama bulan Agustus 2004 sampai Juli 2005. Jumlah status penderita dengan diagnosis hipertensi selama bulan Agustus 2004 sampai bulan Juli 2005 sebanyak 114 penderita. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: penderita hipertensi di RSUD Kabupaten Buleleng yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 53,51% dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 46,48%, usia penderita hipertensi yang paling banyak dirawat adalah penderita dari kelompok usia 61-70 tahun, yaitu sebanyak 28,95%. Didasarkan pada nilai tekanan darah penderita saat masuk rumah sakit, klasifikasi hipertensi yang paling banyak diderita oleh penderita hipertensi adalah hipertensi tingkat 2, yaitu sebanyak 57,89% penderita. Sedangkan, didasarkan pada nilai tekanan darah penderita saat keluar rumah sakit, terdapat dua klasifikasi hipertensi yang paling banyak diderita oleh penderita hipertensi yaitu prahipertensi dan hipertensi tingkat 1 masing-masing sebanyak 29,82%. Persentase penurunan tekanan darah penderita pada saat masuk rumah sakit dibandingkan pada saat keluar rumah sakit sebanyak 57,02%, sedangkan kenaikan tekanan darah penderita pada saat masuk rumah sakit dibandingkan pada saat keluar rumah sakit hanya 7,02%. Jenis penyakit penyerta yang terbanyak adalah penyakit gastritis, yaitu sebanyak 10,85% dari 24,81% penyakit pada saluran cerna dan hati. Rata-rata lama perawatan penderita adalah 3,89 hari. Tidak ada penderita hipertensi yang mengalami kematian pada saat dirawat inap. Pada penelitian ini, selama penderita dirawat inap, terapi yang paling banyak digunakan adalah terapi dengan AH majemuk sebanyak 76,32%, yaitu kaptopril dengan diltiazem sebanyak 13,79% dari 17,24% golongan penghambat ACE (angiotensin converting enzyme) dengan antagonis kalsium. Bentuk sediaan yang paling banyak digunakan adalah tablet dengan frekuensi dan dosis pemberian yang bervariasi.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Pharmacy > Department of Pharmacy
Depositing User: Eko Wahyudi 197013
Date Deposited: 09 Dec 2014 07:33
Last Modified: 09 Dec 2014 07:33
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/21707

Actions (login required)

View Item View Item