Pola Polifarmasi Pada Pasien Hiprtensi Rawat Inap Di RSU Haji Surabaya Selama Tahun 2004

Rani, Maya Pradana (2005) Pola Polifarmasi Pada Pasien Hiprtensi Rawat Inap Di RSU Haji Surabaya Selama Tahun 2004. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/149973

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pola polifarmasi pada 75 pasien hipertensi rawat inap di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya selama tahun 2004. Metode penelitian ini bersifat observasi non eksperimental yang bersifat retrospektif. Pada penelitian ini diperoleh pasien dengan jenis kelamin laki-laki yang mendapat polifarmasi 54,67% dan pasien perempuan 45,33%. Kelompok usia pasien yang paling banyak mendapat polifarmasi adalah 50-59 tahun (32,00%), kemudian diikuti 40-49 tahun (22,66%). Jumlah rata-rata jenis obat terbanyak yang diberikan berdasarkan kelompok usia sebanyak 12 jenis obat pada kelompok usia 80-89 tahun. Jumlah obat terbanyak pada pasien adalah 9 dan 6 jenis obat masing-masing sebanyak 14,67% kemudian diikuti oleh 8 obat sebanyak 12,00% dari total jumlah pasien. Bentuk sediaan farmasi terbanyak pada pasien hipertensi yang mendapat polifarmasi adalah tablet sebanyak 62,92% diikuti injeksi sebanyak 25,84%. Cara pemberian obat yang paling banyak digunakan adalah peroral sebanyak 64,96% diikuti parenteral sebanyak 34,74%. Pasien yang secara teoritis mengalami interaksi obat sebanyak 28,00% dan yang tidak mengalami interaksi obat sebanyak 72,00%, pasien laki-laki sebanyak 15 pasien (20,00%) dan pasien perempuan sebanyak 6 pasien (8,00%). Kelompok usia yang paling banyak mengalami interaksi obat adalah kelompok usia 50-59 tahun dan 30-39 tahun sebanyak 6,67% kemudian diikuti oleh kelompok usia 40-49 tahun sebanyak 5,33%. Interaksi yang ditemukan adalah interaksi farmakokinetik-farmakodinamik sebanyak 36 kasus. Golongan interaksi farmakokinetik-farmakodinamik obat terbanyak yang dialami pasien adalah interaksi tingkat 3 sebauyak 41,67% diikuti interaksi tiugkat 2 sebanyak 30,55%. Diagnosis penyakit komplikasi dan penyakit penyerta yang paling sering dijumpai adalah penyakit/kelainan kardiovaskular 53,66% diikuti oleh penyakit/kelainan metabolisme sebesar 14,63%. Rata-rata lama perawatan pasien hipertensi yang mendapat polifarmasi adalah 8,71 hari. Rata-rata lama pemberian obat tiap pasien yang mendapat polifarmasi adalah 1,19 hari.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Pharmacy > Department of Pharmacy
Depositing User: Eko Wahyudi 197013
Date Deposited: 18 Dec 2014 07:09
Last Modified: 18 Dec 2014 07:09
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/21798

Actions (login required)

View Item View Item