Identifikasi Keterhubungan Eksternal, Kapabilitas Inovasi dan Rantai Nilai Inovasi pada Industri Sepatu di Jawa Timur

Rinawiyanti, Esti Dwi (2014) Identifikasi Keterhubungan Eksternal, Kapabilitas Inovasi dan Rantai Nilai Inovasi pada Industri Sepatu di Jawa Timur. In: Seminar Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi (ReTII) ke-9, 13-14 Desember 2014, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional, Yogyakarta. (Unpublished)

[img]
Preview
PDF
Rinawiyanti_Identifikasi Keterhubungan Eksternal_Abstrak_2014.pdf

Download (19Kb) | Preview
[img] PDF
Rinawiyanti_Identifikasi Keterhubungan Eksternal_2014.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (194Kb) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk memberikan gambaran mengenai kapabilitas inovasi (Innovation Capability) dan keterhubungan eskternal (external linkages) serta rantai nilai inovasi (innovation value chain) pada industri sepatu di Jawa Timur. Kapabilitas inovasi perusahaan dianalisa menggunakan konsep technological innovation capabiliities dengan 7 (tujuh) dimensi kapabilitas, sedangkan keterhubungan eksternal dilihat melalui kemampuan perusahaan dalam membangun keterhubungan dengan pihak-pihak strategis di luar perusahaan, yang diwakili oleh lima (5) bentuk keterhubungan eksternal. Rantai nilai inovasi diidentifikasi melalui 6 (enam) aktivitas inovasi yang meliputi 3 tahapan rantai nilai inovasi (ideasi, konversi, dan difusi). Industri sepatu di Jawa Timur dipilih karena merupakan salah satu kluster industri manufaktur yang sedang diprioritaskan pengembangannya oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah industri sepatu di Jawa Timur dengan sampel penelitian 27 perusahaan sepatu yang menjadi anggota Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO) Jawa Timur. Proses pengambilan data menggunakan metode survey, baik wawancara dan kuisioner. Hasil kuisioner kemudian diolah menggunakan SPSS dan dilakukan beberapa analisa. Untuk kapabilitas inovasi diketahui bahwa dimensi dengan nilai grand mean tertinggi ialah manufacturing dan organizational capability (3.852), sedangkan dimensi dengan nilai grand mean terendah adalah resource allocation capability (3.33). Pada keterhubungan eksternal diidentifikasi bahwa perusahaan saat ini mayoritas sudah mempunyai forward linkages dengan nilai grand mean tertinggi (3.94), tetapi masih sedikit yang menerapkan public linkages dengan nilai grand mean terendah (3.03). Untuk rantai nilai inovasi disimpulkan bahwa sub-tahapan dengan nilai grand mean tertinggi ialah selection (4.037), dan yang mendapatkan nilai grand mean terendah yaitu development (2.3704). Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengembangan industri sepatu di Jawa Timur, khususnya yang berkaitan dengan inovasi, untuk lebih meningkatkan keunggulan menghadapi persaingan globalisasi yang semakin ketat.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Uncontrolled Keywords: inovasi, keterhubungan, rantai nilai, alas kaki
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Eko Setiawan 194014
Date Deposited: 07 Jan 2015 01:21
Last Modified: 07 Jan 2015 01:21
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/21819

Actions (login required)

View Item View Item