Perbedaan Konsep Diri Antara Siswa Yang Memiliki Pengalaman Berorganisasi Formal Dan Memiliki Pengalaman Berorganisasi Informal Pada Siswa SMA YPPI I Surabaya

-, Lastrie (1995) Perbedaan Konsep Diri Antara Siswa Yang Memiliki Pengalaman Berorganisasi Formal Dan Memiliki Pengalaman Berorganisasi Informal Pada Siswa SMA YPPI I Surabaya. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
ED_23_Abstrak.pdf

Download (47Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/152139

Abstract

Remaja memiliki ciri khas tertentu yang antara lain membentuk dan bergabung di dalam suatu kelompok tertentu wrtuk mencari identitas diri. Sebelam menemukan identitas dirinya, ia harus berperilaku tertentu di dalam kelompoknya Kelompok yang dibentuk remaja ada 2 yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Di dalam orgsnisasi itulah ia memperoleh suatu peran tertentu dan peran itu akan mendapat reaksi dari orang lain sehingga ia akan melskukan penilaian terhadap perilakunya, dengan demikian remaja akan semakin diakui oleh kelompoknya. Hal tersebut terjadi terns menerus maka lambat hum ia menemukan identitas dirinya dan timbul rasa percaya diri sehingga persepsi mengenai diri sendiri, tingkah lakunya, keadaan fisiknya, pribadinya, nilai-nilai moral etiknya, hub•mgsnnya dengan orang-orang yq paling dekat dengan dirinya, interaksi sosial semakinjelas. Tetapi pada kenyataannya ada remaja yang sudah bergabung di dalam suatu organisasi masih belam menemuksn identitas dirinya, sehingga ia kurang percaya diri dan persepsi mengenai diri sendiri, tingkah lakunya, keadasn fisiknya, pribadinya, nilai-nilai moral etiknya, hubungannya dengan orang yang paling dekat dengan dirinya, interaksi sosial masih belam jelas.Oieh karena itu adanya suatu pertentangan inilah maka peneliti tertarik wrtuk menelitinya sehingga tujuan dari penelitian ini apakah ada perbedasn konsep diri antara yang memiliki pengalaman berorganisasi formal dan memiliki pengalaman berorganisasi informal. Variabel tergsntung adalah konsep diri. Variabel bebas adalah pengalaman berorganisasi. Variabel kontrol adalah inteligensi yang dikontrol secara statistik. Telmik sampling adalah purposive sampling dan random sampling. Populasinya adalah siswa kelas IT dan kelas ill SMA YPPI I Surabaya tahun ajarsn '95-'96.Jamlah sampel 90 yq dibagi menjadi 2: yang memiliki pengalaman berorganisasi formal45 dan yq memiliki pengalamsn berorganisasi informal 45. Teknik analisis data memakai anakova 1 kovariabel Hasil penelitian ini ada perbedasn konsep diri yang signifikan antara siswa yang memiliki pengalaman berorganisasi formal dan memiliki pengalaman berorganisasi informal pada siswa SMA YPPI I Surabaya dan nilai F = 43,560 dan p = 0,000. Saran bagi sekolah, supaya memotivasi, membimbing siswa dan memberiksn fasilitas yang memadai. Bagi pengurus organisasi, 1111tuk lebih meningkatkan fungsi organisasi dan menarik siswa yq lain wrtuk berperan serta Bagi pengembangan penelitian, supaya organisasi dan kegiatsnnya lebih bervariasi, dan wrtuk penelitian lebih lanjut supaya diteliti bagsim!IJI8 konsep diri sebelam dan sesudah ikut organisasi.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 04 Feb 2015 03:38
Last Modified: 04 Feb 2015 03:38
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/22218

Actions (login required)

View Item View Item