Hubungan Antara Persepsi Terhadap Relasi Keluarga Dan Proses Belajar Mengajar Dengan Motivasi Belajar Pada Remaja Di SMUK SANTO CAROLUS Surabaya

Atmodjo, Yuliati (1996) Hubungan Antara Persepsi Terhadap Relasi Keluarga Dan Proses Belajar Mengajar Dengan Motivasi Belajar Pada Remaja Di SMUK SANTO CAROLUS Surabaya. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
ED_30_Abstrak.pdf

Download (381Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/152159

Abstract

Motivasi dapat mendorong manusia untuk berbuat, dapat memberikan arah tujuan, dan dapat menyeleksi perbuatan yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Sebelum motivasi itu timbul dengan sendirinya, motivasi sangat dipengaruhi oleh faktor keluarga sebagai lembaga pertama dalam kehidupan remaja yang dapat menjadi pendorong motivasi belajar. Selain itu bimbingan guru di sekolah juga dapat menimbulkan motivasi belajar bagi remaja, dengan suasana proses belajar mengajar yang menyenangkan. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah persepsi terhadap relasi keluarga dan persepsi terhadap proses belajar mengajar sebagai variabel bebas, motivasi belajar sebagai variabel tergantung dan inteligensi sebagai variabel kontrol sampel. Penelitian ini dilakukan denaan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan pengambilan data dilakukan dengan angket dan dokumentasi hasil pengukuran inteligensi dengan alat tes 'Tin tum - 69. Jumlah sampel penelitian 94 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah Teknik Statistik Analisis Regresi Ganda. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan program SPS menunjukkan: komputer 1. r(l,y) = 0,119 dan p = 0,251 (p < 0,30) yang berarti bahwa hubungan antara persepsi terhadap relasi keluarga dengan motivasi belajar kurang signifikan. 2. r(2,y) = 0,132 dan p = 0,201 berarti bahwa hubungan antara proses belajar mengajar dengan kurang signifikan . (p < 0,30) yang persepsi terhadap motivasi belajar 3. r(1,2,y) = 0,157 dan p = 0,320 (p > 0,30) yang berarti bahwa hubungan antara persepsi terhadap relasi keluarga dan proses belajar mengajar dengan motivasi belajar tidak signifikan. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa selain faktor persepsi terhadap relasi keluarga dan proses belajar mengajar ternyata banyak faktor lain yang berpengaruh terhadap motivasi dan saling terkait satu sama lain. Faktor tersebut adalah : peer group, metode mengajar yang diterapkan pengajar (guru), dan kegiatan di luar sekolah (kursus dan ekstrakurikuler). Selain itu yang juga berperanan dalam mempengaruhi motivasi belajar pada remaja adalah faktor intrinsik. Dalam penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengambil populasi yang lebih luas lagi dan tidak terbatas pada inteligensi rata-rata saja, sehingga hasil generalisasinya dapat menjadi lebih luas. Juga agar diteliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi motivasi belajar yaitu : rasa tertarik, kebutuhan, nilai (tujuan untuk sekolah). sikap, harapan, dan insentif.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 04 Feb 2015 04:15
Last Modified: 04 Feb 2015 04:15
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/22224

Actions (login required)

View Item View Item