Perbedaan Prestasi Belajar Matematika Antara Metode Kompetisi Peringkat Kelas Dan Metode Kompetisi Alternatif

Hartini Tanaya, Rosalia (1998) Perbedaan Prestasi Belajar Matematika Antara Metode Kompetisi Peringkat Kelas Dan Metode Kompetisi Alternatif. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
ED_57_Abstrak.pdf

Download (76Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/152156

Abstract

Salah satu cara meningkatkan prestasi belajar siswa adalah dengan metode kompetisi. Metode kompetisi yang selama ini diterapkan, yaitu metode kompetisi peringkat kelas, berdasarkan informasi guru kelas VI SDK Santa Theresia tidak dapat memotivasi seluruh siswa Oleh karena itu peneliti ingin mtmcoba metode kompetisi altemati£ Peneliti ingin melihat apakah ada perbedaan prestasi belajar Matematika antara metode komptisi peringkat kelas dan metode kompetisi altematif. Teori yang mendasari metode kompetisi affematif adalah Teori Perbandingan Sosial dari Festinger (dalam Sarwono, 1991 ). Inteligensi, kemandirian, kecemasan dan prestasi awal siswa sangat mempengaruhi prestasi belajar matematika, sehingga pengaruhnya dalam penelitian ini akan dikendalikan secara statistik. Subjek penelitian ioi adalah siswa kelas VI-A dan VI-C SDK Santa Theresia Surabaya Tahum Ajaran 1997 - 1998, yang dipilih dengan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini dilakukan secara eksporimental dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Posttest-Onay Design. Inteligensi siswa diukur dengan Culture Fair Intelligence Test (CPIT) Skala 2 bentuk A Kemandirian dan kecemasan siswa diukur dengan angket Data prestasi awal dan prestasi belajar Maternatika diperoleh melalui dokumen sekolah. Teknik analisis data yq digunakan adalah Analisis Kovariansi satu jalur dengan empat kovaiabel. Hasil analisis untuk menguji hipotesis menunjukan : tidak ada perbedaan prestasi belajar bidang studi Matematika antara Metode Kompetisi Peringkat Kelas dan Metode Kompetisi alternatif : dengan mengendalikan intelegensi dan kemandirian dan Prestasi Awal Siswa (p>0,30). Hal tersebut dikarenakan siswa memperoleh perhatian dari orang tua dan guru dalam kegiatan belajar Di samping itu, ditemukan bahwa siswa kelompok alternatif mernsa cemas ketika mengikuti kompetisi berpasangan. Oleh karena itu peneliti menyarankan pada guru yang menerapkan metode kompetisi alternatif agar tidak menerapkan metode kompetisi alternatif terus menurue agar anak tidak merasa cemas

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 04 Feb 2015 07:56
Last Modified: 04 Feb 2015 07:56
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/22264

Actions (login required)

View Item View Item