Pengaruh Pelatihan Psycho-Cybernetics Terhadap Subjective Well-Being Manusia Usia Lanjut Dini

Tjahjonoadi, Yohana Bosco Yani P.P.U (2004) Pengaruh Pelatihan Psycho-Cybernetics Terhadap Subjective Well-Being Manusia Usia Lanjut Dini. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/148164

Abstract

Stereotipi masyarakat perihal kehidupan manula yang hampir selalu teridentikkan dengan mitos 7 B (Botak, Bingungan, Blereng, Bungkuk, Budek, Beseran, dan ekstrem Bawel atau Bisu ), defisiensi kompetensi kognitif dan fisik seiring proses penuaan, penurunan kemampuan adaptasi, kecemasan menjalani masa-masa akhir hidup di dunia, ketakutan terhadap kematian, dan banyak faktor lain, memunculkan sikap nyinyir para manula menjalani kehidupan masa tuanya. Sikap tersebut berinteraksi dalam suatu mata rantai dengan banyak faktor, membentuk suatu siklus yang tak terputus dalam membentuk konsep diri negatif para manula. Lebih lanjut, kondisi tersebut mempengaruhi kondisi subjective well being para manula. Oleh karena itu pelatihan psycho-cybernetics yang merupakan salah satu bentuk intervensi kognitif dengan memperhatikan aspek kognitif maupun afektif, dipilih untuk diadministrasikan untuk mampu meningkatkan kondisi subjective well being individu. Dengan sistem matches pair ke-10 subjek penelitian dibagi dalam 2 kelompok ( eksperimen dan kontrol). 5 orang subjek kelompok eksperimen diberi treatment selama 4 hari pelatihan. Kondisi awal dan hasil penelitian diukur dengan menggunakan 2 buah alat ukur yakni Subjective Well Being Inventory (SUBI) dan Life Satisfaction Index-A (LSI-A). Terdapat perbedaan kondisi subjective well being yang signifikan antara keadaan sebelum dan sesudah pemberian pelatihan pada kelompok eksperimen yang dinyatakan oleh kedua alat ukur. Semua hasil analisis statistik atas set data menggunakan teknik statistik non-parametrik Mann Whitney dan Wilcoxon memperkuat signifikasi treatment tersebut, kecuali hasil analisis statistik non-parametrik Mann Whitney antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sesudah pelatihan. Hal ini dikarenakan banyak hal. Aspek-aspek yang terkandung dalam alat ukur, keterbatasan manula dalam penggunaan alat ukur, kondisi kelompok kontrol, kesesuaian materi pelatihan dengan alat ukur, dan program pendampingan panti wredha. Sementara itu kerangka konseptual konstruksi desain pelatihandan berbagai faktor teknis pelaksanaan pelatihan mendukung keberhasilan administrasi treatment. Jadi pelatihan psycho-cybernetic mampu menjadi treatment yang meningkatkan kondisi subjective well being manula.

Item Type: Undergraduate thesis
Uncontrolled Keywords: Manula, Subjective Well-Being, Psycho-cybernetics
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Eko Wahyudi 197013
Date Deposited: 18 Feb 2015 04:29
Last Modified: 18 Feb 2015 04:29
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/23187

Actions (login required)

View Item View Item