Hubungan Antara Keterbukaan Diri Dengan Penyesuaian Diri Pada Wanita Tuna Susila Di Lokalisasi Bangunsari Surabaya

Chandra, Ratna (1994) Hubungan Antara Keterbukaan Diri Dengan Penyesuaian Diri Pada Wanita Tuna Susila Di Lokalisasi Bangunsari Surabaya. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL / DOI: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/148487

Abstract

Pelacuran merupakan masalah sosial baik bagi masyarakat maupun diri wanita tuna susila sendiri. Bagi wanita tuna susila masalah tersebut akan berpengaruh terhadap penyesuaian diri. Penerimaan masyarakat terhadap wanita tuna susila akan memudahkan penyesuaian diri. Masyarakat tidak akan mengetahui apa yang menjadi permasalahan sebenarnya dalam diri wanita tuna susila bila wanita tuna susila tidak berusaha untuk menceritakan keadaan dirinya, maka faktor keterbukaan diri sangatlah penting. Berdasarkan pemikiran di atas, penulis ingin mengetahui sampai sejauh mana hubungan antara keterbukaan diri dengan penyesuaian diri pada wanita tuna susila. Populasi penelitian yang digunakan adalah seluruh wanita tuna susila di lokalisasi Bangunsari Surabaya, sedangkan sampel penelitian adalah sebagian wanita tuna susila di lokalisasi Bangunsari Surabaya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak tanpa pandang bulu, sedangkan prosedur yang digunakan adalah cara ordinal yaitu penentuan pengambilan subyek penelitian dari atas ke bawah dengan mengambil wanita tuna susila yang bernomor urut pendaftaran kelipatan sepuluh. Melalui cara ini diperoleh sampel sebanyak 80 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket untuk keterbukaan diri dan tes Manson Evaluation untuk penyesuaian diri. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi parsial jenjang ketiga. Dari hasil analisis data, diperoleh hasil r 1 ,y-2,3,4 = -0,283 dengan p = 0,012 <p < 0,0~). Dengan demikian hipotesis nihil ditolak dan hipotesisi alternatif yang menyatakan ada hubungan antara keterbukaan diri dengan penyesuaian diri pada wanita tuna susila diterima, dengan demikian penelitian ini mendukung pendapat Wardhana (1981) yang mengatakan bahwa pengungkapan diri merupakan salah satu kriteria penting untuk dapat menyesuaikan diri, di samping kriteria-kriteria lainnya. Demikian juga dengan wanita tuna susila, selama ini dianggap sebagai sampah masyarakat tetapi sebenarnya mereka juga manusia yang memiliki perasaan. Masalah yang dihadapi oleh wanita tuna susila bukan hanya dalam diri mereka sendiri, tetapi lingkungan masyarakat sekitar juga mempengaruhi kehidupan mereka.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Sugiarto
Date Deposited: 08 Jan 2013 04:23
Last Modified: 29 Sep 2020 04:14
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/2330

Actions (login required)

View Item View Item