Penerapan Risk Based Audit untuk Mengindenifikasi Potential Critical Problem Area pada Siklus Penjualan UD XX

Martha Sari, Ratna Juita (2008) Penerapan Risk Based Audit untuk Mengindenifikasi Potential Critical Problem Area pada Siklus Penjualan UD XX. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
AK_2276_Abstrak.pdf

Download (46Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/133905

Abstract

Pengelolaan risiko merupakan tanggung jawab penting yang harus dilakukan badan usaha. Untuk menurunkan kemungkinan tidak tercapainya efisiensi dan efektivitas operasi dalam badan usaha, perusahaan harus dapat mengidentifikasi dan mengelola risiko yang dihadapinya. Identifikasi dan pengelolaan risiko dapat dilakukan dengan melakukan audit operasional. Sekarang ini sudah diterapkan konsep baru dalam melakukan audit operasional yaitu Risk Based Audit (RBA). Dengan adanya RBA ini, risiko yang paling sering muncul dan dihadapi oleh perusahaan setidaknya dapat diminimalkan dan dikendalikan. Dalam penelitian ini konsep RBA diterapkan dalam siklus penjualan UD “XX”, yaitu perusahaan yang menjual bahan bangunan secara grosir dan eceran. Dengan menerapkan RBA dalam analisis dan pembahasan penelitian, risiko yang mungkin terjadi dan dihadapi oleh perusahaan dapat diidentifikasi dan dinilai untuk menentukan area – area dalam perusahaan yang dinilai paling berisiko (critical problem area), sehingga perusahaan dalam hal ini dapat berusaha meminimalkan dan mengelola risiko – risikonya dengan baik agar tercipta kondisi operasional perusahaan yang sehat dan dinamis serta lebih efisien dan efektif. Berdasarkan hasil dan kesimpulan penganalisaan data, perusahaan belum mengelola risiko – risikonya dengan baik; sementara persentase risiko yang dampaknya signifikan terhadap perusahaan adalah sebesar 49% dari 57 risiko yang ada dalam siklus penjualan perusahaan. Jika dilihat dari jumlah/ banyaknya risiko nilainya tinggi (high), critical problem area yang paling berisiko dalam siklus penjualan perusahaan adalah pada tahapan proses pencatatan dan penginputan transaksi serta pembuatan FP dan SJ yang disebabkan oleh rendahnya/ kurangnya kemampuan, keahlian, dan kompetensi karyawan. Dan jika dilihat berdasarkan risiko dan besarnya dampak yang ditimbulkan risiko, maka area yang paling critical adalah tahapan proses penyimpanan, pengambilan, dan pemindahan barang yang disebabkan oleh lemahnya pengendalian internal perusahaan. Maka dalam hal ini perusahaan perlu melakukan penyesuaian dan pembaharuan atas peraturan dan kebijakan serta perbaikan sistem pengendalian internal yang sudah tidak relevan lagi secara berkala. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu hasil yang maksimal bagi kedua belah pihak, baik bagi perusahaan itu sendiri maupun bagi pihak eksternal perusahaan (konsumen).

Item Type: Undergraduate thesis
Uncontrolled Keywords: Risk based, audit, potential critical problem area, siklus penjualan
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 23 Feb 2015 11:10
Last Modified: 23 Feb 2015 11:10
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/23312

Actions (login required)

View Item View Item