Kemampuan Rasio Keuangan dalam Mempredksi Probabilitas Kelengkapan Pengukapan Corporate Social Responsibility pada Badan Usaha yang Go Public

Wahyuni, Mia (2008) Kemampuan Rasio Keuangan dalam Mempredksi Probabilitas Kelengkapan Pengukapan Corporate Social Responsibility pada Badan Usaha yang Go Public. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
AK_2237_Abstrak.pdf

Download (37Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/133462

Abstract

Sejak munculnya kasus Lumpur Lapindo di Sidoarjo, corporate social responsibility (yang selanjutnya disingkat CSR) menjadi topik populer yang menarik perhatian berbagai stakeholder di Indonesia. Meningkatnya perhatian para stakeholder akan CSR, menyebabkan pemerintah mengeluarkan aturan terkait penerapan CSR pada badan usaha yang berbentuk Perseroan Terbatas. Aturan tersebut diwujudkan dalam Undang-Undang no. 40 tahun 2007. Keberadaan Undang-Undang tersebut memicu perdebatan di kalangan dunia usaha. Sebagian pihak, terutama pihak manajemen menganggap kewajiban untuk menerapkan CSR, akan menimbulkan ekonomi biaya tinggi pada badan usaha tersebut. Bahkan, beberapa pihak beranggapan, perusahaan yang dari segi finansial telah mapan, memiliki potensi yang lebih besar untuk menerapkan CSR. Akan tetapi, faktanya, Enron yang merupakan teladan sempurna bagi penerapan CSR memiliki kondisi finansial yang kurang memuaskan. Oleh karena adanya kontroversi tersebut, penulis melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh kinerja keuangan (yang diwakili oleh current ratio, debt ratio, return on asset, dan total asset turnover) terhadap kelengkapan pengungkapan CSR, serta untuk memprediksi probabilitas kelengkapan pengungkapan CSR suatu perusahaan dengan memperhatikan rasio-rasio keuangan perusahaan tersebut. Beberapa penelitian terdahulu, seperti penelitian Anggraini (2006), tidak dapat membuktikan adanya pengaruh leverage dan profitabilitas terhadap pengungkapan sosial. Sebaliknya, penelitian Belkaoui dan Karpik (1989), membuktikan adanya pengaruh negatif leverage terhadap keputusan pengungkapan sosial. Sedangkan, penelitian tentang pengaruh rasio likuiditas dan rasio aktivitas terkait kelengkapan pengungkapan CSR, belum pernah ditemukan oleh penulis. Penelitian ini menggunakan seluruh badan usaha yang terdaftar di BEJ antara 1 Januari 2005 hingga 31 Desember 2006, selain perusahaan yang bergerak di sektor finance, sebagai populasi. Adapun jumlah badan usaha yang terpilih sebagai sampel adalah 230 untuk tahun 2005 dan 115 untuk tahun 2006. Penelitian ini membuktikan bahwa, rasio likuiditas dan rasio aktivitas terbukti berpengaruh negatif terhadap kelengkapan pengungkapan CSR, sedangkan rasio profitabilitas terbukti berpengaruh positif terhadap kelengkapan pengungkapan CSR. Sementara, rasio leverage tidak terbukti memiliki pengaruh signifikan. Adapun penyebab pengaruh negatif rasio likuiditas dan rasio aktivitas terhadap kelengkapan pengungkapan CSR dikarenakan, pihak manajemen akan berupaya meningkatkan pengungkapan CSR untuk memperoleh legitimasi dari stakeholder, ketika kinerja keuangan kurang memuaskan. Sedangkan pengaruh positif rasio profitabilitas terhadap kelengkapan pengungkapan CSR dapat dikarenakan, aktivitas CSR membutuhkan sumber daya yang mencukupi. Rasio profitabilitas yang tinggi merupakan salah satu indikator bahwa, suatu perusahaan memiliki sumber daya yang mencukupi. Dengan demikian, semakin tinggi rasio profitabilitas, kinerja keuangan perusahaan semakin baik dan perusahaan memiliki sumber daya yang semakin besar untuk melakukan aktivitas-aktivitas CSR, sehingga pengungkapan CSR juga akan meningkat. Tidak signifikannya rasio leverage dapat dimungkinkan karena tinggi rendahnya rasio keuangan tidak selalu mutlak menunjukkan baik-buruknya kondisi keuangan perusahaan. Dengan demikian, walaupun rasio keuangan terlihat memadai, manajemen perusahaan belum tentu melakukan pengungkapan CSR yang semakin luas, mengingat pihak manajemen adalah pihak yang paling memahami kondisi perusahaan yang sesungguhnya. Berikutnya, penelitian ini juga membuktikan bahwa, sebagian besar perusahaan yang terdaftar di BEJ antara 1 Januari 2005 hingga 31 Desember 2006 hanya mengungkapkan 1 bidang CSR. Hal ini dapat dikarenakan, konsep CSR tergolong masih baru dikenal oleh masyarakat Indonesia pada periode tersebut, sehingga tuntutan pengungkapan juga tidak begitu tinggi. Selain itu, pada periode tersebut juga terbukti, sebagian besar sektor mining telah mengungkapkan 3 bidang CSR. Bahkan, sebagian besar CSR report yang digunakan dalam penelitian ini juga berasal dari sektor ini. Temuan ini dapat dikarenakan, sektor ini harus melakukan pengungkapan CSR yang semakin luas, mengingat dampak lingkungan dan sosial yang dihasilkan oleh aktivitas utama sektor ini cukup signifikan. Terakhir, penelitian ini juga membuktikan bahwa, sebagian besar sampel melakukan pengungkapan CSR di bidang sosial subkategori labor. Hal ini dapat dikarenakan oleh banyaknya peraturan pemerintah terkait ketenagakerjaan dan keselamatan kerja.

Item Type: Undergraduate thesis
Uncontrolled Keywords: Corporate sosial responsibilty, CSR, stakeholder, kinerja keuangan, current ratio, debt ratio, retur
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 25 Mar 2015 02:27
Last Modified: 25 Mar 2015 02:27
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/23664

Actions (login required)

View Item View Item