Pola Pengobatan Gastroenteritis Akut pada Pasien Anak yang Menjalani Rawat Inap di RSK. St. Vincentius A.Paulo Surabaya Selama Tahun 2003

Yudianto, Indah Sari (2005) Pola Pengobatan Gastroenteritis Akut pada Pasien Anak yang Menjalani Rawat Inap di RSK. St. Vincentius A.Paulo Surabaya Selama Tahun 2003. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/150237

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pola pengobatan gastroenteritis akut pada pasien anak yang menjalani rawat inap di RSK St. Vincentius a Paulo Surabaya selama tahun 2003. Pengamatan dilakukan pada data rekam medis dari 840 kasus gastroenteritis akut pada pasien anak, kemudian diambil 100 kasus sebagai sampel. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: jumlah pasien anak pada kelompok usia 0-28 hari adalah 5,00%, usia 29 hari -<1 tahun adalah 57,00%, usia 1-4 tahun adalah 30,00%, usia 5-14 tahun adalah 8,00%. Rata-rata lama perawatan pasien yang menderita gastroenteritis akut adalah 6,99 hari. Golongan obat yang digunakan antara lain antiinfeksi dan replacement preparation masing-masing sebesar 98,00%; analgesik-antipiretik (83,00%); antidiare (63,00%); bile acid sequestrans (45,00%); adsorben (40,00%); antiemetik (23,00%); antikonvulsi (22,00%); vitamin (20,00%); antihistamin (4,00%); miscellaneous gastrointestinal drug (4,00%); caloric agent (3,00%); antasida dan antiflatulen (2,00%) serta preparat zat besi (1,00%). Antiinfeksi tunggal yang paling banyak digunakan adalah kotrimoksazol (50,00%). Antiinfeksi kombinasi yang paling sering digunakan adalah kotrimoksazol-penisilin (16,20%). Cairan infus diberikan pada 98 pasien, suplemen kalium diberikan pada 10 pasien, garam kalsium diberikan pada 1 pasien, sedangkan oral rehydration solution (ORS) tidak dapat diamati. Jenis cairan infus yang paling banyak digunakan adalah D5% in V4 S dan KA EN 3B masing-masing sebesar 28,57%. Analgesik-antipiretik yang paling banyak digunakan adalah parasetamol (51,81 %). Antidiare yang paling sering digunakan adalah Lactobacillus (46,03%). Jumlah pasien dalam penelitian ini yang mendapat bile acid sequestrans kolestiramin adalah 45 pasien. Berdasarkan data pola pengobatan yang telah diperoleh, maka secara garis besar belum dapat disimpulkan bahwa pengobatan yang dilakukan sesuai dengan pedoman diagnosis dan terapi "Diare Akut" yang digunakan di RSK St. Vincentius a Paulo Surabaya, karena tidak lengkapnya data derajat dehidrasi pada data rekam medis pasien. Selain itu, belum terdapat pedoman diagnosis dan terapi untuk mengatasi gejala-gejala gastroenteritis akut yang lain seperti demam, mual dan muntah. Rata-rata dan rentang harga obat yang digunakan tiap pasien selama dirawat di rumah sakit pada kelas ruang perawatan VIP adalah Rp 361.453 (Rp. 25.164-Rp. 798.211), kelas I adalah Rp 509.272 (Rp. 56.968-Rp. 3.521.237), kelas II adalah Rp 434.508 (Rp. 36.009-Rp. 1.786.715), kelas III adalah Rp 264.999 (Rp. 36.905-Rp. 1.500.074), Ruang Bayi adalah Rp. 185.664 (Rp. 36.986-Rp. 1.140.917). Rata-rata dan rentang harga obat per pasien tiap harinya pada kelas ruang perawatan VIP adalah Rp 53.335 (Rp. 2.516 - Rp. 114.030), kelas I adalah Rp 74.380 (Rp. 7.121-Rp. 503.034), kelas II adalah Rp 54.977 (Rp. 6.002-Rp. 192.703), kelas ill adalah Rp 37.205 (Rp. 3.691- Rp. 214.296), Ruang Bayi adalah Rp 26.247 (Rp. 3.669-Rp. 126.769). Berdasarkan analisis dengan menggunakan uji t tidak berpasangan dua arah aras 0,05 (harga obat per pasien tiap hari sebagai variabel bebas dan lama perawatan sebagai variabel tergantung), diperoleh hasil bahwa tidak ada perbedaan bermakna lama perawatan antara pasien yang mendapat obat dengan harga yang rendah dan tinggi.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Pharmacy > Department of Pharmacy
Depositing User: Karyono
Date Deposited: 08 Apr 2015 02:58
Last Modified: 08 Apr 2015 02:58
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/23855

Actions (login required)

View Item View Item