Pola Penggunaan Antibakteri pada Penderita Demam Tifoid di Instalasi Rawat Inap Anak Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo Selama Tahun 2003

K., Debby Ekawati (2005) Pola Penggunaan Antibakteri pada Penderita Demam Tifoid di Instalasi Rawat Inap Anak Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo Selama Tahun 2003. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/150145

Abstract

Mengetahui pola penggunaan antibakteri pada penderita demam tifoid di instalasi Rawat Inap Anak Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo selama tahun 2003. Penelitian prospektif yang dilakukan pada tanggal 5 Agustus 2004 sampai dengan 7 Februari 2005. Pencatatan dilakukan pada 85 data rekam medis penderita anak demam tifoid di Rumah Sakit Umum Daerah sidoarjo. Jenis antibakteri dan jenis pengobatan (tunggal/kombinasi) dianalisa dengan menggunakan modus (kejadian yang paling banyak keluar) dan ii) dosis, status lisensi dan kesesuaian jenis antibakteri dianalisa dengan menghitung persentasenya. Golongan antibakteri yang sering diberikan pada penderita anak demam tifoid adalah golongan antibakteri lain (41,95%). Jenis antibakteri yang sering tdalah kloramfenikol (41,38%). Sebanyak 46,50% penderita anak demam tifoid menerima pengobatan tunggal dan 46,09% menerima pengobatan kombinasi. Golongan antibakteri tunggal yang sering diberikan pada penderita anak demam tifoid adalah golongan antibakteri lain (44,70%). Jenis antibakteri tunggal yang sering diberikan adalah Kloramfenikol (44,70%). Golongan antibakteri kombinasi yang sering diberikan pada penderita anak demam tifoid adalah golongan penisilin-antibakteri lain 52.80%) dan jenis antibakteri kombinasi yang sering diberikan adalah ampisilin Koramfenikol (50,93%). Jenis antibakteri yang sesuai dengan pedoman terapi Rumah Sakit Umum Daerah ;idoarjo (1998) sebanyak 53,44%. Jenis antibakteri yang sesuai dengan pedoman terapi World Health Organization 2003) sebanyak 98,27%. Pemberian dosis antibakteri pada penderita anak demam tifoid yang berada dalam rentang dosis berdasarkan World Health Organization (2003) adalah 80,48% dan 9,50% yang tidak masuk dalam rentang dosis status lisensi jenis antibakteri yang sesuai dengan Medicines for Children Aidow, dkk, 2003) sebanyak 98,27%.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Pharmacy > Department of Pharmacy
Depositing User: Karyono
Date Deposited: 08 Apr 2015 05:51
Last Modified: 08 Apr 2015 05:51
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/23873

Actions (login required)

View Item View Item