Tinjauan Perubahan Pola Pengobatan Pasien Demam Berdarah Dengue di RSK. St. Vincentius A. Paulo Surabaya Selama Bulan April-Mei 2003 dan Bulan February-Maret 2004

Isabel, Elisa (2005) Tinjauan Perubahan Pola Pengobatan Pasien Demam Berdarah Dengue di RSK. St. Vincentius A. Paulo Surabaya Selama Bulan April-Mei 2003 dan Bulan February-Maret 2004. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/150188

Abstract

Pola pengobatan pasien demam berdarah dengue pada bulan Mei 2001 menunjukkan jumlah pemakaian antimikroba dan kortikosteroid yang cukup besar. Oleh karena itu, tertanggal 1 April 2003 Tim Farmasi dan Terapi Rumah Sakit Katolik memberikan himbauan berupa surat rekomendasi yang menyatakan bahwa pemberian antimikroba dan kortikosteroid tidak dianjurkan pemberiannya secara rutin pada kasus DBD serta pemberian cairan infus hanya diperlukan sampai 48 jam setelah syok teratasi atau demam turun ke normal. Dilakukan penelitian mengenai perubahan pola pengobatan pasien demam berdarah dengue di RSK St. Vincentius a Paulo Surabaya selama bulan Mei 2001, bulan April-Mei 2003 dan bulan Februari-Maret 2004. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat retrospektif Sampel sebanyak 60 pasien pada bulan April-Mei 2003 dan 59 pasien pada bulan Februari-Maret 2004. Adapun data penelitian pada bulan Mei 2001 berdasarkan skripsi Felita Suryani (2001 ), dimana sampel berjumlah 117 pasien. Pada pasien DBD anak-anak, terdapat penurunan penggunaan antimikroba yang tidak bermakna antara tahun 2001 dengan 2003 atau 2004. Pada pasien DBD dewasa, penurunan pemakaian antimikroba antara tahun 2001 dengan 2003 atau 2004 secara statistika bermakna tetapi terdapat penurunan penggunaan antimikroba yang tidak bermakna antara tahun 2003 dengan 2004. Terjadi penurunan pemakaian kortikosteroid yang bermakna pada pasien DBD antara tahun 2001 dengan 2003 atau 2004 dan terdapat peningkatan pemakaian kortikosteroid yang tidak bermakna dari tahun 2003 ke tahun 2004. Pada pasien DBD anak-anak, terdapat penurunan pemberian cairan infus lebih dari 48 jam setelah suhu tubuh normal yang secara statistika tidak bermakna antara tahun 2003 dan 2004. Demikian pula pada pasien DBD dewasa, peningkatan pemberian cairan infus lebih dari 48 jam setelah suhu tubuh normal secara statistika tidak bermakna antara tahun 2003 dan 2004. Perubahan pola pengobatan pasien demam berdarah dengue pada bulan April-Mei 2003 dan bulan Februari-Maret 2004 telah sesuai dengan himbauan surat rekomendasi dari Tim Farmasi dan Terapi Rumah Sakit Katolik.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Pharmacy > Department of Pharmacy
Depositing User: Karyono
Date Deposited: 15 Apr 2015 08:57
Last Modified: 15 Apr 2015 08:57
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/23969

Actions (login required)

View Item View Item