METODE IMOBILISASI ENZIM GLUKOSA OKSIDASE MENGGUNAKAN BENTONIT ALAM TERAKTIFKAN MELALUI PENGASAMAN

Surabaya University (2013) METODE IMOBILISASI ENZIM GLUKOSA OKSIDASE MENGGUNAKAN BENTONIT ALAM TERAKTIFKAN MELALUI PENGASAMAN. P00201300088.

[img] PDF
P00201300088.PDF
Restricted to Repository staff only

Download (175Kb) | Request a copy

Abstract

METODE IMOBILISASI ENZIM GLUKOSA OKSIDASE BERKUALITAS TINGGI MENGGUNAKAN BENTONIT ALAM TERAKTIFKAN MELALUI 1) PENGASAMAN (Register Paten, No Permohonan: P00201300088, 8 Peb 2013); 8 Peb 2013) Invensi ini berhubungan dengan metode imobilisasi enzim, lebih khusus lagi invensi ini berhubungan dengan metode imobilisasi enzim glukosa oksidase menggunakan bentonit alam teraktifkan melalui proses 1) penambahan asam; dan 2) penambahan surfaktan. Enzim sudah tidak diragukan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan. Enzim mempunyai sifat yang potensial untuk dimanfaatkan, antara lain daya katalitiknya yang besar dan spesifitasnya terhadap substrat dari reaksi yang dikatalisisnya (Lehninger, 1990). Enzim glukosa oksidase (GOD) (EC 1.1.3.4) adalah suatu oksido-reduktase yang mengkatalisis oksidasi glukosa menjadi hidrogen peroksida dan D-glucono-d-lactone. Pemanfaatan enzim GOD terus berkembang baik dalam bidang industri maupun dalam bidang medis. Glukosa oksidase digunakan secara luas untuk determinasi keberadaan glukosa bebas dalam darah (reagen pendiagnosa penyakit), biosensor, sebagai zat aditif pada industri makanan, produksi asam glukonat, sebagai bahan tambahan dalam pasta gigi dan pembuatan roti. Pada proses yang melibatkan enzim, umumnya menggunakan cara batch yaitu mereaksikan substrat dengan enzim yang sudah dilarutkan dalam air, sehingga enzim bercampur dengan substrat. Cara ini memiliki kelemahan karena enzim hanya digunakan sekali pakai. Metode imobilisasi enzim dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah ini. Imobilisasi enzim adalah penempatan enzim secara fisik di dalam suatu daerah/ruang tertentu, sehingga dapat menahan aktifitas katalitiknya serta dapat digunakan secara berulang-ulang. Selain itu, imobilisasi bermanfaat dalam pencegahan interaksi protein-protein yang dapat menyebabkan terjadinya agregasi molekul protein sehingga pada akhirnya menyebabkan timbulnya deaktifasi enzim. Imobilisasi meskipun mencegah perembesan ke luar, tetapi seringkali mengarah kepada kehilangan aktifitas dan stabilitas enzim seiring dengan berjalannya waktu. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan untuk imobilisasi adalah bentonit. Bentonit memiliki karakteristik yang sesuai dengan material imobilisator dan terdapat melimpah di Indonesia. Bentonit memiliki kemampuan untuk berikatan dengan anionanion dan kation-kation. 1. PENGASAMAN (Register Paten, No Permohonan: P00201300088, 8 Peb 2013) Pengolahan bentonit dengan asam mineral dapat meningkatkan porositas dan keasaman permukaan sehingga dapat lebih efektif sebagai pendukung katalis. Invensi ini menyediakan enzim GOD yang terimobil pada bentonit alam asal Pacitan, Jawa Timur yang telah diaktifkan/dimodifikasi melalui proses pengasaman mengunakan asam klorida dengan onsentrasi rendah, dan menghasilkan produk berupa enzim GOD terimobil dengan persen imobilisasi sangat tinggi mencapai 100%, bersifat stabil terhadap perubahan suhu dan pH, memiliki aktifitas cukup tinggi, serta memiliki cycle pemakaian yang sangat tinggi hingga lebih dari 7 cycle.

Item Type: Patent
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Chemical Engineering
Depositing User: Aries Budhyantoro 61142
Date Deposited: 06 May 2015 03:28
Last Modified: 06 May 2015 03:28
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/24053

Actions (login required)

View Item View Item