Studi Perbedaan Kemampuan Recall Dengan Penyampaian Materi Secara Auditif Antara Murid-Murid SMPN Luar Biasa A Bandung Dengan Murid Murid SMPN 5 Bandung Usia 12-14 Tahun

Kurnia, Monica Tjandra (1991) Studi Perbedaan Kemampuan Recall Dengan Penyampaian Materi Secara Auditif Antara Murid-Murid SMPN Luar Biasa A Bandung Dengan Murid Murid SMPN 5 Bandung Usia 12-14 Tahun. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
P_50_Abstrak.pdf

Download (85Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/143642

Abstract

Masalah kemampuan seorang anak tunanetra kurang mendapat perhatian yang mendalam dari masyarakat. Ada orang-orang yang menganggap seorang tunanetra adalah hal yang memalukan dan perlu untuk ditutupi, tetapi ada pula yang menganggap seorang tunanetra adalah sama seperti orang-orang normal lainnya. Sehubungan dengan itu penulis tertarik untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan antara seorang tunanetra dengan individu yang normal, dalam hal kemampuan recall (mengingat kembali suatu bentuk cerita yang disampaikan secara auditif). Penulis dalam penelitian ini menggunakan metode kros seksional dengan pendekatan psychological approach, yang mengacu pada teori perkembangan kognitif dari Piaget. Hipotesis alternatif yang diajukan adalah ada perbedaan kemampuan recall (mengingat kembali) antara murid SMPN Luar Biasa A Bandung dengan murid SMPN 5 Bandung usia 12 sampai 14 tahun. Subyek dalam penelitian ini ada 92 orang, yang terbagi atas 46 orang dengan status penglihatan tunanetra dan 46 orang densan status penglihatan normal. Metode pengambilan sampel adalah dengan purposive dan random sampling. Teknik pengumpulan data dengan metode test, yaitu menggunakan modifikasi tes· story recall dari Babcock. Pengujian hipotesisnya dengan uji-t dari seri program statistik edisi Sutrisno Hadi dan Seno Pamardiyanto, UGM Yogya, versi IBM/1990. Kesimpulan yang diperoleh yaitu, ada perbedaan kemampuan recall dengan penyampaian materi secara auditif antara murid SMPN Luar Biasa A Bandung dengan murid SMPN 5 Bandung usia 12 -14 tahun (t = -3,097 ; p = 0,003). Dengan demikian hipotesis alternatif yang diajukan diterima, jadi · ada perbedaan kemampuan recall antara murid-murid tunanetra dan murid-murid normal usia 12-14 tahun. Dari rerata hi tungan statistik diketahui bahwa rerata muri_d normal lebih rendah dibandingkan murid tunanetra hal ini berarti kemampuan recall murid tunanetra lebih bagus dibandingkan murid normal. Hal tersebut disebabkan seorang tunanetra melakukan kompensasi terhadap alat indera pendengaran, sehingga keadaan tersebut memungkinkan mereka dapat melakukan konsentrasi terhadap suarasuara yang datang padanya. Sedangkan pada murid yang normal, karena mereka mampu melihat, menyebabkan perhatian mereka kurang terpusat pada suara yang datang padanya, dan memperhatikan halhal lain selain suara.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 24 Aug 2015 03:31
Last Modified: 24 Aug 2015 03:32
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/25287

Actions (login required)

View Item View Item