Studi Tentang Perbedaan Kemandirian Anak Usia 7-9 Tahun Ditinjau Dari Penanaman Disiplin Ibu Dengan Cara Otoriter Dan Demokratis Di SD Katolik Santo Vincentius Surabaya

Widjaja, Susiana (1993) Studi Tentang Perbedaan Kemandirian Anak Usia 7-9 Tahun Ditinjau Dari Penanaman Disiplin Ibu Dengan Cara Otoriter Dan Demokratis Di SD Katolik Santo Vincentius Surabaya. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
P_109_Abstrak.pdf

Download (97Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/143603

Abstract

Kemandirian anak meliputi sikap mandiri dan perilaku mandiri anak secara global. Kemandirian adalah kemampuan bertanggung jawab terhadap diri sendiri, tidak bergantung pada bantuan orang lain, memiliki inisiatif, kepercayaan diri, mengambil keputusan, serta kemampuan mempertahankan diri dan hak miliknya. Setiap orang tua menerapkan cara disiplin yang dianggapnya paling baik. Ada tiga macam cara penanaman disiplin, yaitu otoriter, demckrasi, dan permisif. Orang tua yang menggunakan cara penanaman disiplin otoriter berusaha mengontrol perilaku anaknya. Mereka menetapkan peraturan dan cara-cara yang harus dituruti oleh anak. Orang tua yang menggunakan cara penanaman disiplin demokrasi memberikan kebebasan yang terbatas dan bertanggung jawab kepada anak. Disiplin ini cenderung menggunakan penjela-san, diskusi, dan penalaran untuk membantu anak mengerti parilaku tertentu yang diharapkan. Orang tua yang menggunakan cara penanaman disiplin permisif m8mberi kebebasan penuh dan tidak terbatas kepada anak. Anak diberi ijin membuat keputusannya sendiri dan berbuat sekehendak hat.inya. Dampak dari cara penanaman disiplin sangat besar pengaruhnya terhadap kemandirian anak. Cara penanaman disiplin permisif menghasilkan anak yang mempunyai perilaku mandiri rendah. Cara penanaman disiplin demokratis menghasilkan anak yang mempunyai perilaku mandiri tinggi. Cara penanaman disiplin otoriter menghasilkan anak yang mempunyai perilaku mandiri yang berada di antara kedua anak tersebut diatas. Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui ada tidak-nya perbedaan kemdndirian anak usia 7-9 tahun ditinjau dari penanaman disiplin ibu dengan cara otoriter dan domokratis di SD Katolik Santo Vincentius Surabaya. Subyek penelitian adalah siswa SD Katolik Santo Vincentius, Surabaya kelas I, II, dan III tahun ajaran 1992-1993 yang mengalami cara disiplin otoriter dan demokras. Sampel diambil dengan menggunakan Purposive Sampling. Penelitian ini dengan Psychological approach menggunakan metode Cross-Sectional berdasarkan teori psiko-sosial dari Erikson. Metode pengumpulan data menggunakan metoda angket dan tes. Metbde angket digunakan untuk mengungkap cara penanaman disiplin ibu dan metode tas yaitu vineland untuk mengungkap kemandirian anak. Hasil penelitian Uc = 128, U > 0,005 menyatakan tidak ada perbedaan kemandirian anak usia 7-9 tahun di tinjau dari penanaman disiplin ibu dengan cara otoriter dan dGmokratis di SD Katolik Santo Vincentius Surabaya.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 08 Sep 2015 03:01
Last Modified: 08 Sep 2015 03:01
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/25380

Actions (login required)

View Item View Item