Pengukuran Kinerja dengan Analisis Swot dan Balanced Scorecard di PT. MHP

Adiana, Fransiska (2007) Pengukuran Kinerja dengan Analisis Swot dan Balanced Scorecard di PT. MHP. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
TM_3117_Abstrak.pdf

Download (340Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/134098

Abstract

PT. MHP adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa, yaitu pengiriman barang melalui pesawat udara Dalam situasi dan kondisi yang penuh persaingan PT. 1v!HP harus n1enyusun strategi -strategi bisnisnya yang tepat agar dapat bertahan dan memenangkan persaingan. Untuk mencapai keunggulan bersaing, maka perusahaan perlu melakukan pengukuran kinetja yang tidak terbatas pada aspek keuangan saja. Metode Balanced Scorecard merupakan sebuah metode pengukuran kinerja yang terdiri dart empat perspek1if yaitu financial, customer, internal business process, dan learning and growth. Balanced Scorecard merupakan metode pengukuran kinerja yang disesuaikan dengan vi.si, misi dan strategi perusahaan, sehingga pengukuran kinetja yang dilakukan sesuai dengan kondisi perusahaan. Strategi yang disusun harus mempertimbangkan faktor internal dan ekstemal perusahaan, yaitu melalui analisis Strength, Weakness. Opportunity, Threat yang dimiliki oleh perusahaan. Langkah awal dari pengukuran kinerja adalah menetapkan tolok ukur dari masing-masing perspektif Balanced Scorecard. Pada financial pe, .. spective tolok ukur yang digunakan adalah Sales Growth Ratio, Profit Margin on Sales, Total A.'isels Turnover, dan Return on Equity. Pada customer perspective tolok ukur yang digunakan adalah Percenlage of New Customer, dan Percentage of Customer Retention. Pada internal business process perspective tolok ukur yang digunakan adalah On Time Delivery, Number of New Service Facilities, dan Number ql Champions. Dan pada learning and growth perspective, tolok ukur yang digunakan oleh PT. MHP adalah Employee Turnover, Emp(oyee Training. Absenteeism, Suggestion Rate, dan Jumlah Saran. Selanjutnya target, performance drivers, kriteria penilaian, serta bobot kepentingan dengan menggunakan 1neto~e Pairwise Comparison ditetapkan untuk masing-masing tolok ukur. Hasil pengukuran kinerja keseluru.han PT. MHP pada tahun 2005 adalah baik dengan nilai 2,561. Sedangkan kinerja keseluruhan pada tahun 2006 tnengalami peningk.atan menjadi 2,79, dan masih tetap berada pada level kinerja yang bai.k. M.eskipun demikian masih ada tolok ukur yang perlu mendapat perhatian (Misalnya: Sales Growth Ratio, Total Assets Turnover, Return on Equity, Number of New Sen•ice Fc:cilities, Employee Turnover, dan Jwnlah Saran}' agar perusahaan dapat meningkatkan kinerja lebih baik lagi. Dari basil pengukuran kinetja, ditentukan inisiatif perbaikan terhadap tolok ukur yang mengalami penurunan dan belum mencapai target perusahaan. Dengan menggunakan matriks House af Quality dapat diperoleh inisiatif perbaikan yang paling berpengaruh terhadap perbaikcm tolok ukur tersebut. Berikutnya dibuat matriks bagian untuk mengetahui bagian mana yang paling berpengaruh terhadap inisiatif perbaikan tersebut. Setelah dilakukan perhitungan diperoleh bagian manager operasional sebagai bagian yang paling berpengaruh. Langkah terakhir yang dilakukan adalah membuat action plan dari tiap-tiap bagian dalam perusahaan, yang bertujuan untuk memperbaiki tolok ukur tersebut yang terinci dalam matriks action plan.

Item Type: Undergraduate thesis
Uncontrolled Keywords: Kinerja, swot, balanced scorecard, financial, customer, internal business prosess, learning and growth, action plan
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 02 Nov 2015 06:45
Last Modified: 02 Nov 2015 06:45
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/25863

Actions (login required)

View Item View Item