Analisis Terhadap Non Value Added Activity dalam Menerapkan Manajemen Biaya Lingkungan Berbasis Aktivitas Guna Mengurangi Biaya Produksi pada Badan Usaha Tahu dan Takwa X di Kediri

Agustin, Medawati (2007) Analisis Terhadap Non Value Added Activity dalam Menerapkan Manajemen Biaya Lingkungan Berbasis Aktivitas Guna Mengurangi Biaya Produksi pada Badan Usaha Tahu dan Takwa X di Kediri. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
AK_2113_Abstrak.pdf

Download (369Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/152759

Abstract

Pertumbuhan populasi dunia yang semakin tinggi sekarang ini memaksa banyak orang untuk menyadari akan pentingnya perlindungan terhadap lingkungan di sekitar. Bahkan para pemimpin bisnis pun juga mulai membicarakan tentang masalah lingkungan dan berharap supaya perusahaan dapat sustainable delopment. Sustainable ini artinya aktivitas bisnis dalam memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan pada saat ini tanpa ada keterbatasan kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Hal inilah yang membuat banyak perusahaan berusaha untuk mencapai ecoeficiency dalam arti perusahaan dapat meningkatkan produksi barang dan jasa mereka ketika pada saat yang bersamaan terjadi penurunan hasil di lingkungan produksi. Akan tetapi, tidak semua perusahaan berusaha keras dalam mencapai tujuan ecoeficiency tersebut sehingga mengakibatkan perusahaan harus membayar lebih untuk mengatasi masalah lingkungan. Pengeluaran ini merupakan suatu biaya bagi perusahaan dan biaya ini disebut juga dengan biaya lingkungan. Biaya lingkungan adalah biaya yang terjadi karena adanya, atau mungkin adanya kualitas lingkungan yang buruk. Biaya lingkungan dikategorikan menjadi empat bagian yaitu biaya pencegahan lingkungan, biaya deteksi lingkungan, biaya kegagalan internal dan biaya kegagalan eksternal lingkungan. Aktivitas lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan yang dapat menyebabkan biaya lingkungan diatas antara lain pencegahan polusi, pendesainan lingkungan dan manajemen lingkungan. Secara signifikan, informasi mengenai lingkungan terletak pada sistem manajemen lingkungan yang didasarkan pada standar ISO 14.000 yang konsisten dengan akuntansi biaya lingkungan. Pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa akuntansi biaya lingkungan merupakan suatu alat ataupun proses untuk merawat lingkungan yang dihubungkan dengan strategi bisnis dan pengambilan keputusan. Usaha pemerintah untuk meningkatkan peraturan lingkungan dapat menguntungkan perusahaan bagi yang mematuhinya. Keuntungan yang didapatkan adalah perusahaan akan mencapai costeffective dan membuka jalan baru untuk bisnis. Dari jalan baru inilah cost saving juga dapat dicapai yaitu melalui penghematan energi dan meminimkan sampah. Dengan adanya penghematan ini maka perusahaan dapat meningkatkan profitabilitas pada produksi dan engineering sehingga perusahaan juga memperbaiki competitive advantage serta mengeliminasi atau mengurangi biaya aktivitas yang tidak bermanfaat bagi perusahaan itu sendiri.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 07 Jan 2016 02:41
Last Modified: 18 Jan 2016 02:23
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/26449

Actions (login required)

View Item View Item